loading...


Salah satu peserta menangis terharu saat mengikuti pelatihan soft skill manajemen qolbu dari LPSM DAI Sragen, Sabtu (30/7/2018). Foto/Wardoyo

SRAGEN-  Sejumlah peserta pelatihan soft skill dari Lembaga Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat (LSPM) Duta Amanah Indonesia (DAI) Sragen, mendadak tak kuasa membendung air mata. Mereka menangis tersedu merasa tersentuh ketika dipertontonkan video prosesi terciptanya manusia hingga jasa besar orangtua yang membesarkan.

“Saya nangis teringat bapak Mas,” tutur Tutik Susilowati (31), salah satu mantan tenaga kerja indonesia (TKI) asal Masaran yang mengikuti pelatihan soft skill Sabtu (28/7/2018).

Tutik sembari terisak mengisahkan ia teringat bapaknya yang sudah meninggal saat dia bekerja sebagai TKI di luar negeri. Saat itu ekonominya belum mapan dan ia mengaku masih kelara-lara belum bisa membalas budi dan menyenangkan bapaknya.

“Sekarang saya sudah seperti ini tapi Bapak sudah tidak ada,” katanya.

Eka Ratna Mardani (56), salah satu guru SMP negeri asal Sukodono, mengatakan, acara kali ini cocok bagi anak-anak dan orang dewasa.

Baca Juga :  Bupati Grobogan Ungkap Kelulusan CAT CPNS Grobogan Tak Sampai 5 %. Dari 5.534 Peserta, Yang Lulus Baru 170 Orang 

“Ini sangat positif. soft skill kali ini sangat membantu sekali bagi orang-orang yang membutuhkan, terutama psikologis terganggu,” terang dia.

Ya soft skill dengan tema manajemen qolbu itu digelar di ruangan aula Perpustakaan Daerah Sragen. Peserta dari berbagai komunitas, guru, pengusaha, hingga mahasiswa ini larut dalam seminar yang menyentuh hati ini. Pasalnya, para peserta diingatkan agar menjalani hidup yang lebih baik dari hari sebelumnya.

“Mereka kami ajak kembali dari nol,” ungkap Direktur DAI dan Ketua LPSM DAI yang membawakan kegiatan itu.

Dewi, sapaan akrabnya, menguraikan kegiatan soft skill manajemen qolbu itu digagas untuk memberikan pencerahan sekaligus mengajak para peserta kembali memahami sejatinya kehidupan, membersihkan mind set diri untuk menjadi lebih baik.

Baca Juga :  Bandar Sabu Sidoharjo Sragen Digerebek Polisi. Ditangkap Saat Hendak Bertransaksi di Masaran

Hal itu diperjelas dengan memberikan gambaran lewat tayangan video asal mula manusia, kekuasaan Allah, bahkan ada dilihatkan seorang yang kelaian fisik tapi bisa menjadi manusia yang hebat, hingga perjalanan hidup manusia yang sehebat apapun pada akhirnya akan mati juga.

“Sebenarnya apa sih yang ingin kita cari dalam hidup ini. Jabatan tinggi kah, uang yang banyak kah. Jabatan tidak akan kekal, ketika sudan tidak menjabat tidak akan lagi dilirik,” tuturnya.

Dewi menguraikan metode soft skill itu adalah pencerahan dengan menggugah dari dalam. Qolbu atau kata hati ini perlu untuk didengar dan dipahami.

“Sengaja saya menciptakan soft skill ini dengan tayangan menurut saya itu lebih efektif bisa dipahami. Dengan tayangan tadi peserta bisa berkaca pada diri masing-masing dan saya cukup ngimbangi dengan kata-kata agar mereka kembali pada fitrahnya,” jelasnya.

Baca Juga :  Ngebut Pakai Matic Balap, Buruh Pabrik Alami Kecelakaan Hebat di Tikungan Tangkil Sragen. Ditemukan Kapolsek Dalam Kondisi Tak Sadar 

Kenapa dirinya memilih dengan metode tersebut, karena menurutnya jiwa ini sudah lelah. Dunia ini juga sudah lelah. Sebenarnya, menurut Novi yang dituju oleh hamba Allah adalah hidup ketenangan. Wardoyo

 

 

Loading...