JOGLOSEMARNEWS.COM Edukasi Pendidikan

Begini Hebohnya Tim Nasional Bola Basket Kursi Roda Berlaga di SD Marsudirini Solo

Tim nasional bola basket kursi roda tengah berlaga di lapangan basket SD Marsudirini Solo/Dok Komite Sekolah

SOLO – Senin pagi (30/7/2018), suasana  di SD Marsudirini Surakarta  sangat meriah. Khusus hari itu, semua siswa berkumpul di sekeliling lapangan basket  yang penampilannya baru.

Sementara di tengah lapangan, para  para atlet bola basket saling mempertahankan dan  berebut  bola, untuk kemudian melempar ke ring basket. Ketika bola masuk, sorak anak-anak pun spontan membahana.

Para siswa dan guru mencoba bermain basket dengan kursi roda/Dok Komite Sekolah

Yang membikin istimewa, para pemain ini bukan pemain biasa. Mereka adalah para penyandang disabilitas, di mana di tengah keterbatasan fisiknya tetap terpancar semangat dan optimisme. Mereka adalah para difabel yang tergabung dalam tim nasional bola basket kursi roda (National Wheelchair Basketball Team).

Meskipun harus meluncur ke sana kemari mengejar bola di atas kursi roda, namun mereka mampu bergerak lincah. Terkadang di antara mereka saling berbenturan dan jatuh. Namun hebatnya, tanpa bantuan orang lain, mereka mampu bangun dengan cepat dan naik lagi ke atas kursi roda untuk kemudian kembali bermain.

Baca Juga :  Beberapa SMKN di Yogyakarta Mulai Pembelajaran Tatp Muka Terbatas
Suster M Cresentia OSF SPd selaku Kepala SD Marsudirini Solo tengah berdialog dengan salah satu anggota tim/Dok Komite Sekolah

Kepala SD Marsudirini, Sr Cresentia OSF SPd pun ikut menyaksikan sepanjang pertandingan tersebut.

Sebelum bermain, para atlet basket  kursi roda tersebut  berbagi kisah di depan para siswa.  Dalam kisahnya terlihat, latar belakang kondisi mereka berbeda-beda. Ada yang  mengalami kondisi tersebut sejak lahir, ada yang karena kecelakaan maupun karena sakit polio.

Bahkan ada satu orang yang kehilangan satu kakinya saat  usia anak-anak lantaran  tertabrak kereta api. Peristiwa itu terjadi saat mereka asyik mengejar layang-layang sampai lupa kiri kanan.  Ada juga yang kehilangan kaki karena penyakit kanker.

“Meski kondisinya seperti itu, mereka tidak rendah diri. Justru dari balik kekurangannya, muncul semangat. Motivasi seperti inilah yang sangat penting untuk ditularkan kepada anak-anak yang kondisi fisiknya jauh lebih baik,” ujar Wakil Ketua Komite SD Marsudirini,  Leoni Agustin Wulansari kepada Joglosemarnews.

Namun yang tak banyak diketahui, di balik kekurangan fisiknya itu, siapa sangka bahwa tim yang baru saja terbentuk pada bulan Februari 2018 tersebut baru saja berhasil menundukkan  tim dari Malaysia.

Baca Juga :  22 Website, 19 Aplikasi dan 5 Video Conference yang Bisa Diakses dengan Kuota Belajar

Melihat kehebatan tim basket kursi roda tersebut, rugi jika para siswa hanya diam sebagai penonton. Dalam kesempatan itu,  para siswa  diberi kesempatan untuk menjajal  bermain basket di atas kursi roda bersama salah satu guru, Wahyu Sarwiyanto.  Dan, tampaklah kemudian gerakan mereka canggung, tak selincah para atlet  penyandang disabilitas tersebut.  #Suhamdani