loading...
Ilustrasi 13 PSK Gunung Kemukus yang ditangkap dan sempat mengaku sebagai PR karaoke menangis saat mengikuti sidang praperadilan di PN Sragen, Rabu (18/4/2018). Foto/Wardoyo

SRAGEN- Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kabupaten Sragen mengingatkan ancaman penyebaran penyakit HIV/AIDS dari para pekerja seks komersial (PSK) masih relatif tinggi. Pasalnya data terakhir dari hasil pengecekan, ada tujuh PSK yang mangkal di dua lokalisasi di wilayah Sragen,  yang terdeteksi sudah positif mengidap AIDS.

Hal itu disampaikan Pengelola Program KPA Kabupaten Sragen, Wahyudi,  Minggu (29/7/2018). Ia mengatakan dari hasil pengecekan terakhir di 2018, tercatat ada tujuh PSK di wilayah Sragen yang positif AIDS. Ketujuh PSK itu diketahui mangkal di lokalisasi tertua Sragen di Pasar Nglangon, Sragen Tengah dan di sekitar kompleks wisata religi Makam Pangeran Samudera Gunung Kemukus Sumberlawang.

Baca Juga :  Sempat Nantang Polisi, Puluhan Gerombolan Balap Liar Sragen Akhirnya Tak Berkutik Terkepung Warga dan Aparat. 2 Lokasi Balap Diobrak-abrik, Belasan Motor Dikukut 

“Untuk kasus di lokalisasi, saat ini jumlah PSK yang positif ada tujuh orang. Mereka ada di Nglangon dan Kemukus. Di Kemukus masih ada PSK-nya tapi tidak di dalam melainkan pindah menyebar di rumah-rumah sekitarnya, ” papar Wahyudi Minggu (29/7/2018).

Sementara di lokalisasi terselubung lainnya seperti Mbah Gajah Gondang maupun pemandian Air Panas Bayanan Sambirejo, ia mengatakan belum ada laporan kasus PSK positif.

Baca Juga :  Tanamkan Jiwa Peduli, MTsN 4 Sragen Gelar Kemah Bakti di Plupuh. Siswa Diajak Bagikan Ratusan Paket Sembako Untuk Warga Miskin

Keberadaan tujuh PSK itu menambah panjang daftar kasus tambahan di 2018. Wahyudi menambahkan hingga kurun Januari sampai Mei 2018, total ada 86 penderita baru yang terdeteksi sudah positif di Sragen.

Atas laju penambahan kasus yang tetap stabil tinggi itu, ia kembali mengimbau masyarakat untuk menjauhi perilaku yang berisiko terjadi penularan HIV/AIDS. Seperti perilaku seks bebas, konsumsi narkoba, dan gonta- ganti pasangan.

Loading...

“Lalu jangan takut untuk melakukan tes VCT untuk mengetahui status dan kondisi diri. Tes VCT bisa di Puskesmas biayanya cuma Rp 5.000,” tandasnya. Wardoyo

Baca Juga :  Kisah Viral Bayi Bernama Joko Widodo Ma'ruf. Sang Ibu Akui Merasakan Cobaan Paling Berat Saat Mengandung Jokowi! 

 


Loading...