JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Blak-blakan, Bupati Sragen Beberkan Tarif Carik Sampai Rp 500 Juta. DP Rp 50 Juta, Tak Jadi Uang Kembali 2 Kali Lipat

Bupati Kusdinar Untung Yuni Sukowati. Foto/Wardoyo
Bupati Kusdinar Untung Yuni Sukowati. Foto/Wardoyo

SRAGEN- Memasuki masa rekrutmen pengisian perangkat desa (Perdes) di 192 di Sragen yang sedang berjalan saat ini, rumor oknum calo dari berbagai elemen yang mengaku dekat dengan bupati, bisa mengondisikan dan meluluskan memang marak beredar di masyarakat. Sampai-sampai Bupati Sragen geram dengan maraknya kabar yang beredar di lapangan soal tarif ratusan juga yang dipatok oleh makelar.

Bupati pun blak-blakan menyebut jika ada yang mematok tarif hingga Rp 500 juta dan sudah meminta down payment (DP) atau uang muka puluhan juta.

Hal itu diungkapkan Bupati Sragen, Kusdinar Untung Yuni Sukowati saat berbicara di hadapan pengurus PD Muhammadiyah dan NU yang hadir di halal bihalal NU-Muhammadiyah di Pendapa Rumdin Bupati,  Rabu (11/7/2018) malam.

Baca Juga :  Final Super Dramatis, Tim Perkasa Muda Sukes Juarai Turnamen Voli Jaya Kusuma Cup 1 Bareng Mas Bowo

“Di luaran itu wis ora umum. Carik diobo (dipatok) Rp 500 juta. Kuwi carik, bayan Rp 250 juta,  Kaur Rp 75 juta, ” papar Bupati.

Bupati menyebut kabar soal tarif kursi Perdes itu bisa saja memang yang bermain adalah oknum yang ingin memanfaatkan kesempatan rekrutmen pengisian Perdes saat ini. Namun ia juga menyebut geram dengan ulah Kades yang ia sebut nakale ora umum.

Polahe enek sing rono enek sing rene. Ada yang ngatakan carik tarifnya Rp 250 juta tapi DP dulu Rp 50 juta. Tidak jadi uang kembali dua kali lipat. Siapa yang enggak percaya. Jaman saiki golek gawean angel, apalagi bersamaan dengan lulusan SMA, enek wong pokil ya dipercaya, ” tukasnya.

Baca Juga :  Kronologi Kakek di Sragen Tewas Terseret KA Sejauh 2 KM. Ternyata Habis Cari Rumput, Sempat Diteriaki

Bupati juga membeberkan tak hanya mematok tarif, oknum itu juga meyakinkan pelamar dengan berbagai trik. Ia menyebut ada yang menunjukkan foto barengnya dengan bupati untuk meyakinkan.

“Nduduhke foto karo bupati ae wis entuk DP pak. Rp 10 juta Pak,” terangnya.

Terkait maraknya kabar itu, ia mengklaim dan meminta agar tidak tergiur tawaran dan isu yang beredar. Ia juga menyebut menjamin proses rekrutmen tidak diperjualbelikan dan tidak akan menggunakan jabatannya untuk kepentingan pribadinya.

“Saya sudah angkat 6 pejabat eselon 2. Kalau disuruh mbayar,  utangku Pilkada wis lunas, ” ujarnya lagi.

Halaman selanjutnya »

Halaman :  1 2 Tampilkan semua
  • Pantau berita terbaru dari GOOGLE NEWS
  • Kontak Informasi Joglosemarnews.com:
  • Redaksi :redaksi@joglosemarnews.com
  • Kontak : joglosemarnews.com@gmail.com