loading...
Ilustrasi deorang siswi melihat pengumuman hasil PPDB. Dok/JSnews

WONOGIRI-Di Wonogiri, kondisi minim murid tidak hanya terjadi di satuan pendidikan SMA Negeri. Satuan pendidikan tingkat SD dan SMP juga bernasib serupa dalam Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) 2018 ini.

Informasi yang berhasil diperoleh Joglosemarnews.com, sekolah-sekolah tersebut hanya mendapatkan siswa dalam jumlah yang minim. Pasalnya jumlah penduduk usia sekolah di sekitarnya juga sangat sedikit.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Wonogiri Siswanto mengatakan, sekolah-sekolah tersebut masih kekurangan murid meskipun sistem zonasi sudah diberlakukan. Terutama terjadi di daerah pinggiran.

Baca Juga :  Ini Daftar Para Juara Open Millennial Motorcross Grasstrack Kapolres Wonogiri Cup 2019

“Sekolah yang kekurangan murid antara lain SD 4 Basuhan Kecamatan Eromoko, SMP 3 Selogiri, dan SMP 2 Batuwarno. Masing-masing SMP itu tidak sampai mendapatkan 2 pembeli (rombongan belajar). Di mana satu rombel terdiri atas 32 anak. SD Basuhan malah cuma dapat beberapa anak saja,” terang dia, Kamis (12/7/2018).

Menurutnya, jumlah murid yang minim itu karena banyaknya keluarga yang merantau ke kota-kota besar. Mereka merantau dengan mengajak serta anak-anaknya. Alhasil, jumlah anak-anak usia sekolah di daerah itu pun semakin sedikit.

Baca Juga :  Aksi Heroik Anggota Polres Wonogiri Bubarkan Balap Liar di Sragen Berbuah Pahit. Sempat Peringatkan Dengan Sopan Sebelum Terpaksa Smackdown

Sukatinah, Kepala SD 4 Basuhan, Kecamatan Eromoko, menyebutkan, pada tahun ajaran baru ini, sekolah tersebut hanya memperoleh empat murid. Jumlah penduduk di kedua dusun dekat SD 4 Basuhan itu hanya sekitar 90 keluarga. Selain itu, banyak penduduk usia produktif yang merantau setelah mereka menikah. Aris Arianto


Loading...