JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Cegah Bonek Masuk Sragen, Ratusan Polisi Dikerahkan Berjaga di Perbatasan Sragen-Jatim

Kapolres Sragen, AKBP Arif Budiman saat memimpin pengamanan wilayah perbatasan Sragen-Jatim di tugu batas Mantingan, untuk mencegah masuknya Bonek jelang laga Persebaya VS PSIS, Jumat (20/7/2018). Foto/Wardoyo
Kapolres Sragen, AKBP Arif Budiman saat memimpin personel di wilayah perbatasan Sragen-Jatim di tugu batas Mantingan, untuk mencegah masuknya Bonek jelang laga Persebaya VS PSIS, Jumat (20/7/2018). Foto/Wardoyo

SRAGEN- Ratusan personel Polres Sragen dikerahkan untuk melakukan pengamanan jalur perbatasan Sragen-Jatim di Mantingan sejak Jumat (20/7/2018). Mereka diterjunkan untuk mengantisipasi adanya suporter Persebaya atau bondo nekat (Bonek) yang dimungkinkan nekat hendak menonton laga Persebaya kontra PSIS di Magelang yang bakal dimainkan tanpa suporter Bonek, di Magelang Minggu (22/7/2018) mendatang.

Kapolres Sragen, AKBP Arif Budiman mengungkapkan pengamanan titik perbatasan di Mantingan itu akan digelar selama 3 hari sejak Jumat hingga Minggu (22/7/2018). Pengamanan digelar untuk mencegah masuknya Bonek ke Sragen dan yang memaksa akan menonton laga tersebut.

Baca Juga :  Cabup Sragen, Mbak Yuni Terungkap  Punya Harta Kekayaan Total Rp 5,7 Miliar dan Utang Rp 1,5 Miliar. Harta Suroto Nggak Disangka Segini Banyaknya!

“Meski sudah ada larangan bagi bonek untuk masuk dan pertandingan digelar tanpa penonton, kami tetap harus melakukan pengamanan jalur. Tujuannya agar tidak ada bonek yang nekat melakukan perjalanan untuk menonton, ” paparnya Jumat (20/7/2018).

Baca Juga :  Pecah Rekor Baru Covid-19 Sragen, Hari Ini 47 Warga Positif Berhasil Sembuh dan Dipulangkan. Total Sudah 349 Pasien Covid-19 Sembuh, 62 Meninggal Dunia

Kapolres menguraikan pengamanan dipusatkan di titik perbatasan Sragen-Jatim di pintu masuk Mantingan. Pengamanan dibagi dalam tiga sesi dengan kekuatan 65 personel tiap sesi pada Jumat (20/7/2018)dan 85 personel di dua hari Sabtu (21/7/2018) dan Minggu (22/7/2018).

“Selama tiga hari kita terjunkan untuk pengamanan perbatasan. Pokoknya siaga 24 jam nonstop. Semua demi menjaga kamtibmas dan kondusivitas wilayah, ” tegasnya. Wardoyo