JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Derita Nenek Musrifah Asal Tanon Sragen Bikin Trenyuh Sampai Jakarta. Tim RSD Langsung Bangunkan Rumah Tahan Angin dan Gempa

Nenek Musrifah asal Canden, Ketro, Tanon, Sragen saat menunggui dimulainya pembangunan rumahnya oleh tim RSD Jakarta, Rabu (11/7/2018). Foto/Wardoyo
Nenek Musrifah asal Canden, Ketro, Tanon, Sragen saat menunggui dimulainya pembangunan rumahnya oleh tim RSD Jakarta, Rabu (11/7/2018). Foto/Wardoyo

SRAGEN- Masih ingat penderitaan nenek Musrifah (78), warga Canden RT 3, Ketro, Tanon yang rumahnya luluhlantak diterjang puting beliung, Kamis (6/7/2018) lalu?

Ya, hingga sepekan berlalu, ternyata nenek miskin yang tinggal sebatang kara itu masih menumpang di rumah adiknya di sebelahnya, yang kondisinya juga seadanya.

Harapan nenek renta itu untuk segera menempati rumahnya terpaksa harus tergantung lantaran hingga sepekan berjalan belum ada tanda-tanda respon dari Pemkab kapan akan memperbaiki.

Namun, di tengah kegamangannya, Rabu (11/7/2018) pagi, kesedihan nenek Musrifah pun sirna saat melihat kedatangan rombongan mobil putih ke rumahnya. Sejurus kemudian, beberapa rombongan orang berseragam kaos putih turun dari mobil.

Nenek Musrifah yang sebelumnya tertegun langsung menyambut mereka. Beberapa warga termasuk Ketua RT juga memberi sambutan hangat.

Baca Juga :  Kisruh PT Glory Sragen, Puluhan Warga Bener Ngrampal Kompak Tolak Negosiasi dengan 3 Orang. Salah Satunya yang Paling Berpengaruh di Perusahaan

Ternyata doa nenek Musrifah terjawab oleh tim itu. Tim berkaos putih dengan tulisan RSD itu rupanya datang untuk membangun rumah nenek itu. Mereka datang berombongan lengkap dengan arsitek yang merancang rumah untuk nenek Musrifah.

Tak lama berselang, tim bersama warga langsung bergerak. Dipandu tim arsitek, mereka bergotong-royong menyingkirkan reruntuhan rumah kemudian dilanjutkan membangun fondasi.

“Terus terang kami dari Tim RSD dan diutus langsung oleh Mbak Rahayu Saraswati Djojohadikusumo (RSD) untuk membangun rumah Mbah Musrifah ini. Beliau trenyuh setelah kemarin dengar kabar kalau sudah hampir seminggu ambruk, belum ada penanganan. Begitu dengar kabar,  beliau langsung perintah saya nggak mau tahu pokoknya bagaimana caranya rumah nenek itu harus dibangun secepatnya. Beliau sedang berada di Jakarta jadi nggak bisa datang,  makanya hari ini kami yang langsung terjun ke lapangan mewakili beliau. Hari ini juga mulai dibangun, ” ujar Elizabeth, Ketua Tim RSD ditemui di lokasi Canden, Ketro, Rabu (11/7/2018).

Baca Juga :  Innalillahi, Setrum Jebakan Tikus Makan Korban Lagi. Nenek Pikun di Sidoharjo Sragen Tewas Kesetrum di Sawah Bengkok
Ketua Tim RSD, Elizabeth (kanan) bersama rombongan saat meletakkan batu pertama pembangunan rumah Nenek Musrifah yang hancur diterjang angin, Rabu (11/7/2018). Foto/Wardoyo

Menurutnya, tim RSD tergerak untuk membangun rumah nenek Musrifah lantaran kondisinya sangat memprihatinkan. Selain penghuni tunggal,  kondisi korban yang sudah tua dan miskin adalah faktor yang membuat Tim RSD kekeh untuk segera mempercepat pembangunan.

Menurut Elizabeth, gerak cepat tersebut juga sebagai upaya untuk membangunkan Pemkab agar tak terlalu birokratis menyikapi kondisi darurat utamanya bagi warga miskin yang tertimpa musibah. Sebab jika harus menunggu proses birokrasi yang memakan waktu, maka akan menambah derita korban sementara belum ada kepastian waktu sampai kapan akan diperbaiki.

Halaman selanjutnya

Halaman :  1 2 Tampilkan semua