Beranda Daerah Sragen Derita Nenek Musrifah Asal Tanon Sragen Bikin Trenyuh Sampai Jakarta. Tim RSD...

Derita Nenek Musrifah Asal Tanon Sragen Bikin Trenyuh Sampai Jakarta. Tim RSD Langsung Bangunkan Rumah Tahan Angin dan Gempa

1067
BAGIKAN
Nenek Musrifah asal Canden, Ketro, Tanon, Sragen saat menunggui dimulainya pembangunan rumahnya oleh tim RSD Jakarta, Rabu (11/7/2018). Foto/Wardoyo

SRAGEN- Masih ingat penderitaan nenek Musrifah (78), warga Canden RT 3, Ketro, Tanon yang rumahnya luluhlantak diterjang puting beliung, Kamis (6/7/2018) lalu?

Ya, hingga sepekan berlalu, ternyata nenek miskin yang tinggal sebatang kara itu masih menumpang di rumah adiknya di sebelahnya, yang kondisinya juga seadanya.

Harapan nenek renta itu untuk segera menempati rumahnya terpaksa harus tergantung lantaran hingga sepekan berjalan belum ada tanda-tanda respon dari Pemkab kapan akan memperbaiki.

Namun, di tengah kegamangannya, Rabu (11/7/2018) pagi, kesedihan nenek Musrifah pun sirna saat melihat kedatangan rombongan mobil putih ke rumahnya. Sejurus kemudian, beberapa rombongan orang berseragam kaos putih turun dari mobil.

Nenek Musrifah yang sebelumnya tertegun langsung menyambut mereka. Beberapa warga termasuk Ketua RT juga memberi sambutan hangat.

Ternyata doa nenek Musrifah terjawab oleh tim itu. Tim berkaos putih dengan tulisan RSD itu rupanya datang untuk membangun rumah nenek itu. Mereka datang berombongan lengkap dengan arsitek yang merancang rumah untuk nenek Musrifah.

Tak lama berselang, tim bersama warga langsung bergerak. Dipandu tim arsitek, mereka bergotong-royong menyingkirkan reruntuhan rumah kemudian dilanjutkan membangun fondasi.

“Terus terang kami dari Tim RSD dan diutus langsung oleh Mbak Rahayu Saraswati Djojohadikusumo (RSD) untuk membangun rumah Mbah Musrifah ini. Beliau trenyuh setelah kemarin dengar kabar kalau sudah hampir seminggu ambruk, belum ada penanganan. Begitu dengar kabar,  beliau langsung perintah saya nggak mau tahu pokoknya bagaimana caranya rumah nenek itu harus dibangun secepatnya. Beliau sedang berada di Jakarta jadi nggak bisa datang,  makanya hari ini kami yang langsung terjun ke lapangan mewakili beliau. Hari ini juga mulai dibangun, ” ujar Elizabeth, Ketua Tim RSD ditemui di lokasi Canden, Ketro, Rabu (11/7/2018).

Ketua Tim RSD, Elizabeth (kanan) bersama rombongan saat meletakkan batu pertama pembangunan rumah Nenek Musrifah yang hancur diterjang angin, Rabu (11/7/2018). Foto/Wardoyo

Menurutnya, tim RSD tergerak untuk membangun rumah nenek Musrifah lantaran kondisinya sangat memprihatinkan. Selain penghuni tunggal,  kondisi korban yang sudah tua dan miskin adalah faktor yang membuat Tim RSD kekeh untuk segera mempercepat pembangunan.

Menurut Elizabeth, gerak cepat tersebut juga sebagai upaya untuk membangunkan Pemkab agar tak terlalu birokratis menyikapi kondisi darurat utamanya bagi warga miskin yang tertimpa musibah. Sebab jika harus menunggu proses birokrasi yang memakan waktu, maka akan menambah derita korban sementara belum ada kepastian waktu sampai kapan akan diperbaiki.

“Kemarin kami ke sini dan coba ngobrol sama warga dan RT, ternyata memang belum tahu kapan akan diperbaiki. Katanya proposal sudah diajukan tapi masih proses, lha sampai kapan disuruh nunggu. Padahal ini kondisinya darurat, neneknya sudah tua dan mestinya harus segera dibangun, ” urainya.

Baca Juga :  Tragis, Pendeta di Sragen Ditemukan Tewas Usai Gasak Dump Truk di Depan BPR Djoko Tingkir

Konstruksi Tahan Gempa 

Eliz, sapaan akrabnya, menguraikan pembangunan rumah nenek Musrifah nantinya akan dibiayai penuh oleh Tim RSD. Desainnya pun juga dibuat sekokoh mungkin dengan konstruksi tahan gempa dan terjangan angin.

Konstruksi rumah tahan gempa untuk Nenek Musrifah. Foto/Istimewa

Untuk pengerjaan, nantinya akan dipantau langsung oleh Ichwan LG, fungsionaris Gerindra Sragen asal Mojo yang ditunjuk sebagai pimpinan lapangan guna memastikan rumah dibangun sampai tuntas.

Ia juga mengapresiasi semangat warga yang langsung bergoyong royong membantu pembangunan rumah.

“Kami sudah bawa tim perancang bangunan khusus. Nanti harapannya nggak lama lagi rumah sudah jadi dan bisa ditempati. Harapannya, kalau memang memperbaiki ya yang layak huni sekalian dan tahan lama. Jadi bisa ditempati dengan nyaman dan layak. Nanti juga ada MCK-nya sehingga selain nyaman juga sehat. Kegiatan sosial ini akan terus kita lakukan untuk membantu masyarakat yang butuh penanganan darurat seperti rumah tak layak huni. Kita akan langsung action lapangan, ” timpal Sekretaris DPC Gerindra,  Lulik Agus Sulistyanto yang mendampingi Tim RSD.

Ketua RT 03, Canden, Suratno mengungkapkan sebenarnya pasca kejadian Kamis (6/7/2018), camat setempat langsung datang meninjau lokasi dan meminta membuat proposal pengajuan perbaikan disertai KTP dan KK korban. Namun hingga sepekan berlalu, belum ada kabar kapan bantuan dan perbaikan akan dilakukan.

“Ya matur suwun sama Tim RSD, malah sudah langsung datang dan akan mbangun sampai selesai. Kasihan mbahe ini memang tinggal sendirian, tidak mampu,  anaknya juga ekonominya pas-pasan dan ngopeni mertuanya yang sakit-sakitan,” tukasnya.

Sementara, nenek Musrifah sendiri hanya tersenyum. Kondisinya yang sudah berkurang pendengaran, membuatnya tak bisa lancar diajak berkomunikasi. Namun raut wajahnya menyiratkan pesan senang melihat rumahnya sudah mulai dibangun.

Raose remen Mas (rasanya senang Mas). Matur nuwun, ” katanya terbata-bata. Wardoyo