loading...


Humas UNS

SOLO– Mahasiswa Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta peserta Kuliah Kerja Nyata (KKN) dinilai cukup membantu pembangunan daerah tertinggal. Hal itu disampaikan Dirjen Pengembangan Kawasan Transmigrasi Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Republik Indonesia Muhammad Nurdin.

Menurut Nurdin dalam acara Pelepasan Mahasiswa KKN UNS, keberadaan mahasiswa yang melaksanakan kuliah kerja nyata (KKN) akan membantu pemberdayaan desa serta membangun Indonesia.

“Pada periode pengabdian pemerintahan saat ini sesuai nawacita adalah membangun Indonesia dari pinggiran. Dalam hal ini pemerintah fokus memperkuat desa,” ungkap Nurdin pada acara Pelepasan Mahasiswa KKN UNS Tematik Integratif  Periode Juli-Agustus 2018 di Kampus UNS, Selasa (10/7/2018).

Baca Juga :  Membangun “Desa Pelayanan Publik” Melalui Toko Online, Antarkan UTP Raih Juara 1 Kompetisi Tingkat Jateng

Dikatakan Nurdin, pihaknya saat ini kurang lebih ada sebanyak 75.000 desa di Indonesia. Dari total tersebut, sekitar 17.000 di antaranya masih menjadi desa tertinggal.

“Ini kesempatan baik bagi mahasiswa untuk kerja sama dengan pendamping desa. Saat ini ada sekitar 34.000 pendamping lokal desa. Mereka ini adalah sarjana yang ditempatkan di desa-desa. Dalam waktu dekat ini kami akan menambah lagi menjadi sekitar 35.000-36.000 pendamping desa,” imbuhnya.

Selain itu, saat ini salah satu program strategis yang dilaksanakan oleh pemerintah yaitu dana desa. Dalam kurun waktu 3,5 tahun, pemerintah sudah menggelontorkan dana desa sebesar Rp187 triliun. Tujuannya untuk keberpihakan pada pembangunan desa.

Baca Juga :  UMS Jadi Kampus Terbanyak Jalankan Program Profesi Guru di Jawa Tengah

Diimbuhkan Rektor Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta Ravik Karsidi kegiatan KKN merupakan media pembelajaran mahasiswa untuk belajar di masyarakat.

“Melalui KKN diperoleh pengalaman belajar dan bekerja tentang penerapan ilmu pengetahuan di luar kampus. Mahasiswa diharapkan bisa mendalami dan menghayati manfaat ilmu pengetahuan dalam memecahkan masalah pembangunan sehingga ketika lulus mahasiswa bisa tumbuh sifat profesionalitas dan kepeduliannya kepada masyarakat,” tukasnya.

Di sisi lain, lada periode kali ini UNS memberangkatkan sebanyak 3.070 mahasiswa dan 151 dosen pembimbing lapangan. Dari total tersebut, mahasiswa yang KKN di Pulau Jawa sebanyak 2.559 mahasiswa yang tersebar di 28 kabupaten, 55 kecamatan, dan 271 desa. Sedangkan 551 mahasiswa melaksanakan KKN di luar Jawa yang tersebar di 25 kabupaten, 28 kecamatan, dan 33 desa. Triawati PP

Loading...