loading...


Ilustrasi PPDB

KARANGANYAR-  Para orang tua siswa yang akan mendaftarkan putera-puterinya dalam penerimaan peserta didik baru (PPDB) secara online, mengeluhkan maraknya surat keteragan tidak mampu (SKTM) sebagai persyaratan agar calon siswa diterima di sekolah tujuan.

Informasi yang dihimpun, orang  tua siswa yang berstatus sebagai guru PNS, mengurus SKTM untuk kepentingan pendaftaran siswa baru. Kondisi ini, cukup memprihatinkan.

Salah satu orang tua siswa yang enggan disebutkan namanya, kepada wartawan,  Rabu (4/7/2018) mengaku cukup prihatin dengan  penggunaan SKTM yang dilakukan oleh keluarga mampu, hanya untuk mendaftar di sekolah favorit.

“ Menjadi miskin saat mendaftar sekolah, ini sangat memalukan. Kalau SKTM  untuk calon siswa yang berasal dari keluarga tidak mampu, bagi saya tidak masalah, dan mereka harus dibantu. Saya juga khawatiir, hal ini akan menimbulkan kecemburuan sosial,” katanya sambil wanti-wanti namanya tidak disebutkan, Rabu (04/07/2018).

Baca Juga :  Salut, Warga dan Takmir Masjid Satu Desa Ini Sumbangkan Rp 21 Juta Untuk Korban Gempa Palu-Donggala 

Untuk itu, lanjutnya, panitia harus tetap selektif, jika ada siswa yang melampirkan surat keterangan miskin saat melakukan pendaftaran.

“ Saya hanya berharap kepada panitia untuk selektif, dalam proses PPDB ini. Apalagi bagi mereka yang membawa SKTM,” ujarnya.

Sementara itu, Bupati Karanganyar, Juliyatmono, kepada sejumlah wartawan, mengatakan, sekolah diminta untuk  hati-hati dan selektif terhadap pembawa SKTM untuk menutupi kekurangan persyaratan. Juliyatmono meminta sekolah untuk melakukan penegecekan ke lapangan, apakah pemegang SKTM tersebut, layak untuk dibantu atau tidak.

“Coba cek kondisi riilnya. Kalau memang layak dan perlu dibantu, ya harus dibantu. Krena pada prinsipnya semua anak harus sekolah,” kata bupati.

Baca Juga :  Kelelahan Saat Mendaki, Warga Masaran Sragen Tersesat di Gunung Lawu Karanganyar 

Juliyatmono juga menghimbau kepada RT dan RW untuk tidak gegabah dalam memberikan surat pengantar bagi masyarakat untuk mengurus SKTM.

“ Himbauan saya agar RT dan RW tidak boleh gegabah. Tidak boleh melayani dengan melepas tanggungjawab. Karena para RT dan RW ini, mengetahui kondisi riil masyarakatnya,” tegas Juliyatmono.

Disisi lain, Humas SMA Negeri 1 Karanganyar, Suratno, mengungkapkan, sejak PPDB di buka, ada sekitar 40 pendaftar yang melampirkan SKTM. Panita PPDB, menurut Suratno, langsung melakukan verifikasi ke lapangan untuk mengetahui kondisi riil orang tua calon siswa.

“Kita langsung melakukan verifikasi lapangan mas. Kita melakukan pendekatan kepada orang tua siswa. Sebagian memang kita menemukan fakta ada yang perlu dibantu dan tidak, tapi ada juga yang tidak perlu dibantu karena kondisi ekonomi yang cukup baik. Atas temuan tersebut, ada sebagian orang tua yang membuat SKTM tersebut,” ujarnya. Wardoyo

Loading...