JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Karanganyar

Ditutup di Blorong, Desa Beruk Jatiyoso Dinobatkan Jadi Desa Terbaik di Karanganyar 

Penyerahan penghargaan lomba desa di Karanganyar. Foto/Humas Kab
Penyerahan penghargaan lomba desa di Karanganyar. Foto/Humas Kab

KARANGANYAR- Desa Beruk di Kecamatan Jatiyoso dinobatkan sebagai desa terbaik di Karanganyar. Hal itu terungkap dalam kegiatan penutupan Bulan Bakti Gotong Royong (BBGR) masyarakat ke XV dan Peringatan Hari Kesatuan Gerak (PKK) dilaksanakan di Desa Blorong, Kecamatan Jumantono, Selasa (10/7/2018).

Dihadiri Bupati dan Wakil Bupati Karanganyar, Dandim 0727 dan Kapolres Karanganyar beserta Forkompimda, acara diawali dengan penyerahan Penghargaan berupa Trhopy dan uang pembinaan kepada Desa-desa yang menang dalam lomba desa.

Baca Juga :  Mengganas, 54 Warga Karanganyar Meninggal Suspek Covid-19 dan 22 Warga Meninggal Positif Terpapar Covid-19. Total Kasus Tembus 448, Jumlah Warga Meninggal Capai 90 Orang

Desa Beruk dari Kecamatan Jatiyoso meraih juara pertama sebagai Desa Terbaik yang berhak menerima thropy dan uang pembinaan sebesar Rp 30 juta.

Dalam pidato sambutanya Bupati Karanganyar, Juliyatmono menjelaskan bahwa, nilai-nilai Pancasila itu tercermin di dalam semangat gotong royong. “Gotong royong harus dijaga, lebih ke empati dan simpati”.

Baca Juga :  Sudah Bangkrut dan Jual Rumah, Suranto Warga Gedongan Colamadu Karanganyar Malah Terancam Penjara

Ia menyebut “ Fastabiqul Khoirot” yang bermakna berlomba-lomba dalam kebaikan, harus dijadikan acuan dalam mengarungi kehidupan. Perbedaan itu suatu yang wajar, akan tetapi potensi untuk saling mengenal harus di tegakkan.

Pejabat disumpah untuk menjaga Pancasila, untuk memelihara Pancasila yang mana esensi Pancasila adalah Gotong royong.

“Saling menjaga, saling menghormati adalah sebagian wujud dari gotong royong,” katanya. Wardoyo