loading...


Ilustrasi deorang siswi melihat pengumuman hasil PPDB. Dok/JSnews

SRAGEN- Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sragen akhirnya mengumumkan hasil seleksi penerimaan peserta didik baru (PPDB) online jenjang SMP, Senin (2/7/2018). Meski sudah terbantu sistem zonasi, PPDB tahun ini berakhir dengan menyisakan 26 SMP negeri yang masih kekurangan siswa.

Hasil akhir PPDB online SMP diumumkan sesuai jadwal yakni tanggal 2 Juli 2018 pukul 12.00 WIB. Kepala Disdikbud Sragen,  Suwardi mengatakan pengumuman sudah disampaikan via website resmi PPDB online Sragen dan juga dipampangkan di sekolah-sekolah peserta PPDB online.

“Sudah tadi jam 12.00 WIB kita umumkan. Sesuai jadwal. Pengumuman bisa dilihat di website maupun di sekolah masing-masing, ” paparnya Senin (2/7/2018).

Baca Juga :  Masyaallah, 21 Pasangan Mesum Digerebek Saat Ngamar di Hotel PI Sragen. Ada 4  Siswa SMK Sewa Satu Kamar 

Ia tidak menampik dari hasil akhir seleksi, masih ada sejumlah SMP Negeri yang kuotanya akhirnya tak bisa terpenuhi. Hal itu lebih dikarenakan faktor sebaran calon siswa yang sebagian sudah memilih ke pondok pesantren dan sekolah swasta.

Menurut Suwardi, dsri sekitar 14.000 lulusan SD tahun ajaran 2017/2018, sebarannya ke pondok pesantren sekitar 2.000, ke sekolah swasta sekitar 4.000 dan 9.000 sisanya ke sekolah negeri melalui PPDB online.

Sementara, dari pengumuman yang dilansir di www.ppdb.sragenkab.go.id, tercatat ada 26 SMP negeri yang kuotanya tak bisa terpenuhi.

Dari total 48 SMP berstatus negeri,  hanya 22 SMP yang bisa terpenuhi kuotanya. SMP Negeri yang tidak terpenuhi kuotanya itu mayoritas SMPN grade 2 dan 3, yang berlokasi di kecamatan pinggiran utamanya di Sragen utara dan Sragen barat.

Baca Juga :  Naik Mobil, Begini Ciri-ciri Sindikat Penghipnotis Yang Perdaya Sinden Cantik Asal Kedawung Sragen! 

Seperti SMPN 1 dan 2 Jenar,  SMPN 1 Gesi,  SMPN 1 dan 2 Miri,  SMPN 2 Mondokan, Sambirejo, Sumberlawang, Sidoharjo, Tangen,  SMPN 1 dan 2 Tanon dan semua SMPN berlabel satu atap.

Sedangkan semua SMPN favorit atau grade 1 yakni SMPN 1,2,5 Sragen dan SMPN 1 Gemolong, terpenuhi kuotanya. Hanya saja, dampak dari sistem zonasi akhirnya membuat interval nilai terendah siswa yang diterima di satu sekolah menjadi njomplang.

Baca Juga :  Kecelakaan Mio VS Scoopy di Sambirejo Sragen. Gara-gara Henti Mendadak, PNS Asal Gondang Sragen Jadi Korban 

Sebab nilai terendah siswa diterima dari zona luar atau zona 2, terpaut hampir 50-70 dari nilai terendah siswa diterima dari dalam zona. Wardoyo

 

 

Loading...