JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Wonogiri

Ini 3 Pekerjaan Rumah Besar yang Dihadapi Wonogiri 2018

Proses persiapan distribusi rastra di Wonogiri.
Proses persiapan distribusi rastra di Wonogiri.

WONOGIRI-Sedikitnya tiga pekerjaan rumah (PR) besar menjadi beban Wonogiri pada 2018 ini.

Bupati Wonogiri Joko Sutopo dalam nota pengantar rancangan Kebijakan Umum Anggaran (KUA) Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara (PPAS) APBD 2019 serta Kebijakan Umum Perubahan Anggaran (KUPA) dan PPAS APBD Perubahan 2018 yang dibacakan Wakil Bupati Edy Santosa mengungkapkan hal itu pada rapat paripurna di Gedung DPRD Wonogiri, Kamis (26/7/2018).

Menurut Bupati, tahun 2019 merupakan tahun keempat pelaksanaan RPJMD Wonogiri 2016-2021. Sejak 2016 sampai 2018 tercapai kemajuan pembangunan fisik, misalnya infrastruktur maupun revitalisasi pasar tradisional, dan lainnya. Namun demikian secara non fisik masih ada PR besar yang menanti untuk diselesaikan.

Baca Juga :  Pengundian Nomor Urut Paslon Pilkada Wonogiri 2020, Apa Saja Persiapan Tim Joko Sutopo-Setyo Sukarno Alias Josss dan Hartanto-Joko Purnomo Atau Harjo?

“Antara lain angka kemiskinan yang masih tinggi, sekitar 12,90 persen. Merupakan urutan kelima di eks karesidenan Surakarta,” kata dia.

Angka kemiskinan ini ditargetkan bisa turun menjadi 11,23 persen pada 2018 ini.

PR kedua adalah pertumbuhan ekonomi Kabupaten Wonogiri hanya 5,22 persen. Fakta ini menempatkan Wonogiri di urutan keenam dari tujuh daerah di Surakarta. Tahun ini pertumbuhan ditargetkan 5,44 persen.

“Yang ketiga PR kita adalah masih rendahnya IPM (indek pembangunan manusia), hanya sekitar 68,23 persen. Ini masih terendah se-eks Karesidenan Surakarta. Target kita tahun ini bisa naik 70,11 persen,” beber dia.

Baca Juga :  Fenomena Apa ini, 4 Pasien Positif COVID-19 di Wonogiri yang Meninggal Mengalami Pengentalan Darah, Satgas Percepatan Langsung Koordinasi Dengan Pemprov, Alkes di RSUD pun Ditambah

Untuk mencapai target-target itu, sebelum penyusunan KUA PPAS 2019, pihaknya meminta semua OPD memaparkan capaian kegiatan sampai 2017 serta rencana capaian 2018. Kebijakan ini menyikapi banyaknya usulan kegiatan sejumlah 3.215 buah, banyaknya usulan anggaran hingga melebihi kemampuan keuangan sebesar Rp 1.873.357.307.515. Kebijakan juga ditempuh untuk lebih memfokuskan anggaran guna membiayai program berbasis out come atau money follow program.

“Hasil rasionalisasi kegiatan dan anggaran tersebut, dari 3.215 kegiatan menjadi 2.422 kegiatan dengan pagu anggaran sementara Rp 661.547.203.300,” kata dia. Aris Arianto