loading...


pexels.com

Mempunyai badan yang tambun sebenarya tidak masalah. Akan tetapi hal itu bisa menjadi masalah jika level gemuk itu sudah melewati batas atau obesitas, terutama bagi wanita karena akan berpengaruh pada kesuburan.

Tidak hanya soal kesuburan. Melansir laman Boldsky, dengan bertambahnya usia, kegemukan juga memicu hipertensi, nyeri lutut, osteoporosis, sakit punggung, dan sejumlah penyakit lain. Oleh sebab itu, kita harus membedakan apakah hanya sedikit kelebihan berat badan atau sudah mengarah pada obesitas.

Setidaknya ada tujuh tanda yang bisa diketahui. Dan bila Anda sudah melhat tanda-tanda tersebut, mulailah melakukan diet.

1. Sesak nafas
Jika mulai merasa sulit untuk bergerak dengan mudah, bisa saja Anda mulai obesitas. Orang gemuk memiliki akumulasi lemak dan ini menyulitkan udara mengalir masuk dan keluar paru-paru, terutama ketika melakukan aktivitas.

2. Nyeri punggung
Jika Anda mulai merasa nyeri punggung, disarankan untuk mencari bantuan ortopedi sesegera mungkin sebab jika tidak dapat menumpuk permasalahan lebih besar lagi seperti retak pad tulang belakang. Hal ini kemudian akan menyebabkan beberapa jenis cacat yang mungkin sulit untuk disembuhkan.

3. Malas bergerak dan keluar rumah
Jika Anda mulai malas keluar rumah dan menghindari pertemuan dengan alasan bentuk tubuh, mungkin itu salah satu tanda mulai mengalami obesitas. Akumulasi dari hal ini ialah menimbulkan kecemasan dan depresi. Jadi, jika Anda mulai terpengaruh saat orang menyebut gemuk, pastikan Anda mengambil tindakan korektif dan berkonsultasi ke dokter.

4. Varises vena
Saat dinding pembuluh darah melemah, maka ada pelebaran pembuluh darah sendiri. Parahnya, ini sangat tidak sehat dan mempengaruhi kekuatan tubuh secara keseluruhan. Secara eksternal, tanda ini dimulai dengan munculnya pembuluh darah ungu atau biru yang dikelilingi oleh kapiler merah sedangkan secara internal akan sangat menyakitkan.

5. Panas dalam
Sering menderita serangan keasaman adalah salah satu tanda obesitas. Kelebihan lemak membuat tekanan berlebih pada saluran pencernaan. Begitu juga akumulasi lemak yang terjadi di dalam dan di sekitar tenggorokan. Jika tekanan ini membesar, yang terjadi adalah makanan didorong ke arah tenggorokan. Hal ini memicu refluks asam dan menyebabkan ketidaknyamanan, seperti sakit maag, gas perut, kembung, dan masalah serupa lain.

6. Mendengkur
Secara medis ini bukanlah hal serius yang membuat Anda khawatir. Namun, faktanya orang gemuk lebih sering mendengkur dibanding orang dengan berat badan yang sehat. Peningkatan berat badan secara tiba-tiba menghasilkan peningkatan risiko apnea tidur obstruktif, yang menyebabkan peningkatan massa di sekitar leher. Akibatnya, orang-orang ini cenderung mendengkur lebih keras.

7. Haid tidak teratur
Kehadiran lapisan lemak ekstra di tubuh dapat mengganggu keseimbangan hormon yang menyebabkan periode haid tidak teratur. Dalam beberapa kasus, periode haid dapat mundur hingga 10 hari. Sedangkan dalam kasus lain, seorang wanita dapat tidak mengalami haid hingga 2-3 bulan.

www.tempo.co

Loading...