loading...


Ilustrasi. Foto: pexels.com

Bermain merupakan salah satu hak dasar anak-anak, terutama saat akhir pekan maupun sedang musim liburan. Hal yang mengasyikan untuk anak adalah bermain bersama teman-temannya di luar rumah.

Namun, ada beberapa orangtua yang melarang anaknya bermain di luar rumah dengan berbagai alasan, seperti terluka saat bermain sepeda dan lainnya. Namun, sebenarnya hal ini tidak menjadi masalah, apalagi sebagai alasan membatasi anak bermain.

Psikolog dan pendiri Personal Growth, Ratih Ibrahim, menjelaskan hal ini di Jakarta Selatan, Sabtu(30/6/2018). Menurutnya, alasan tersebut lantaran bermain di luar rumah bisa melatih sisi psikomotorik anak tersebut.

Baca Juga :  Makan Gizi Seimbang itu Sangat Perlu, ini Alasannya

“Kasih saja, kalau luka paling kan bisa sembuh. Tapi harus dipastikan keamananya. Misalnya, dia main motor, di pinggir jalan yang ada banyak kendarannya dan sebagainya,” jelas Ratih.

Menurutnya, anak-anak juga tetap bisa bermain di dalam rumah. Namun, yang menjadi masalah orang tua kebanyakan ialah anak-anak cepat bosan dengan mainan-mainan yang ada. Soal ini, Ratih menegaskan orang tua harus berkreasi dan membuat mainan ini kembali menarik bagi anak.

Baca Juga :  Makan Gizi Seimbang itu Sangat Perlu, ini Alasannya

“Misalnya, pakai baskom taruh di halaman, mereka bisa membayangkan berada di payung terbang. Atau baskom itu besoknya dijejer seolah-olah kereta api. Itu akan menyenangkan buat mereka. Jadi bukan soal mainannya tapi, soal imajinasinya,” papar Ratih.

www.tempo.co

Loading...