loading...


Tribunnews

Hidup adalah sebuah pilihan, tergantung seseorang mau memilih jadi apa. Namun sejatinya, hidup adalah kenyataan yang bisa jadi tak sesuai pilihan hidup. Tergantung bagaimana seseorang menjalani kenyataan hidup ini dengan baik, tekun dan syukur.

Begitu pula yang terjadi pada perempuan yang satu ini. Mungkin tak akan ada yang tahu saat perempuan asal Bantul, Pipin Ismail ini mengenakan jaket hijau kombinasi hitam khas ojek daring.

Siapa sangka bahwa dia sebenarnya merupakan perempuan yang memiliki bisnis batik.

Tak ada bedanya dengan mitra Go Jek lainnya yang memilih profesi sebagai driver ojek online.
Pipin mengaku saat pertama kali memutuskan untuk bergabung menjadi mitra Go Jek, dirinya hanyalah iseng dan coba-coba usai mendengar kabar bahwa menjadi seorang driver setiap harinya akan bertemu dengan orang baru dan memperoleh pengalaman baru.

Berawal dari keisengan tersebut, rupanya keputusannya menjadi driver Go Jek mampu mengembangkan bisnis batiknya.

Baca Juga :  Kepencut Gerobak Sapi Kustom, SBY Pun Rela Rogoh Kocek Rp 40 Juta

Dengan kata lain, Pipin Ismail telah mengambil langkah yang tepat dengan bergabung menjadi mitra Go Jek.

Melalui kesibukannya menjadi driver ojek online dirinya juga akan menambah relasi untuk menjadi konsumen batiknya.

“Setiap penumpang yang pesan go-ride biasanya saya perkenalkan dan saya titipkan kartu nama bisnis batik saya,” kata Pipin saat ditemui beberapa waktu lalu.

Pipin mengaku lewat usahanya menjadi driver Go Jek ini bisnis batiknya mendapatkan pesanan cukup banyak.

“Bahkan pernah ada order dari Makassar,” terangnya.

Ketika ditanya mengenai kodratnya sebagai istri, Pipin menegaskan bahwa selama seorang istri mampu membagi waktu maka akan ada jalan rejeki yang didapatkan.

“Selama kita bisa bagi waktu dan tanggung jawab, maka akan ada jalan yang terbuka, saya mulai on jadi driver pun setelah tanggung jawab saya sebagai istri sehari-hari sudah diselesaikan,” katanya lagi.

Pipin pun mengaku keputusannya menjadi driver ojek daring pun telah disetujui oleh sang suami.

Baca Juga :  Ratusan Gerobak Antik Ini Penuhi Lapangan Pokoh Sleman untuk Hadiri Festival Gerobak Sapi

Tak berhenti disitu, perempuan berhijab ini mengaku juga merupakan anggota aktif IWAPI (Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia).

Dirinya juga memberikan beragam pelatihan bagi para perempuan agar memiliki keterampilan dan memperoleh tambahan penghasilan melalui program 1000 srikandi bangkit dan berkarya.

Dirinya menggunakan keahliannya dalam hal menjahit dan mendesain baju untuk mengajarkan ibu rumah tangga di Bantul

Pipin pun juga membantu memasarkan produk-produk hasil karya ibu rumah tangga binaannya demi menciptakan perekonomian yang lebih baik bagi lingkungannya.

Pipin pun juga pernah ikut serta dalam pemberian pelatihan kepada perempuan di lembaga pemasyarakatan (lapas) sekira tahun 2013 dam 2014 lalu.

Hal itu bertujuan agar para perempuan yang menghuni tahanan mendapatkan keahlian sehingga bisa menjadi bekal setelah keluar dari lapas kelak.

“Dengan kita membuka peluang, maka kita juga akan membukakan pintu rezeki, kita perempuan harus bisa berbagi dengan melakukan hal yang baik,” ungkap Pipin.

Baca Juga :  Gunungkidul Mulai Waspada, Jika Sampai November Tak Hujan, Seperti Ini Kondisinya

Pipin pun berharap kepada sesama driver ojek daring khususnya perempuan yang tergabung dalam Komunitas Srikandi Driver Yogya dapat aktif dalam kegiatan lain sehingga memperoleh keterampilan serta meningkatkan perekonomian.

“Melalui keterampilan dan keahlian kita, maka harus bisa kita kembangkan,” katanya.

Lewat kiprah jalan hidupnya tersebut bahkan Pipin Ismail pun memperoleh penghargaan dari penyedia layanan on demand, Go Jek dengan dinobatkan sebagai Mitra Go Jek Inspiratif tahun 2018. #Tribunnews

Loading...