JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Karanganyar

KPU Karanganyar Belum Mau Tetapkan Yuli-Rober Sebagai Pemenang Pilkada. Ini Masalahnya

Pidato paslon Juliyatmono-Rober pasca kemenangan versi hitung cepat Pilkada Karanganyar

IMG 20180627 222248
Pidato paslon Juliyatmono-Rober pasca kemenangan versi hitung cepat Pilkada Karanganyar
IMG 20180627 222248
Pidato paslon Juliyatmono-Rober pasca kemenangan versi hitung cepat Pilkada Karanganyar

KARANGANYAR-  Komisi Pemilihan Umum (KPU) Karanganyar, belum menetapkan bupati terpilih dalam pemilihan kepala daerah (Pilkada) yang digelar pada tanggal 27 Juni 2018 lalu. Berdasarkan rapat pleno rekapitulasi penghitungan suara, pasangan Juliyatmono-Rober Christanto, unggul atas pesaingnya, Rohadi Widodo-Ida Retno Wahyuningsih.

Pasangan Juliyatmono-Rober memperoleh  296.895 suara. Sedangkan pasangan Rohadi-Ida, memperoleh 231.242 suara.

Komisioner KPU divisi SDM dan partisipasi masyarakat, Budi Sukramto Senin (09/07/2018) mengatakan, setelah dilakukan pleno rekapitulasi penghitungan suara, KPU memberikan kesempatan kepada pasangan calon untuk mengajukan sengketa perselisihan hasil pemilihan umum (PHPU) ke Mahkamah Konstitusi (MK).

Baca Juga :  Pembunuhan Sadis di Gondangrejo Karanganyar, Ini Pemicu Mbah Wardi Nekat Cangkul Cucunya Hingga Tewas Bersimbah Darah. Ternyata Awalnya Enak-Enak Tidur Tiba-Tiba Diginikan!

“Proses ini harus berjalan dulu, KPU tidak bisa serta merta menetapkan pemenang meskipun sudah dilakukan rapat pleno rekapitulasi penghitungan suara,” kata Budi Sukramto, Senin (09/07/2018).

Dijelaskannya, ketika MK telah menerbitkan surat tidak ada pendaftaran sengketa PHPU, maka KPU dapat melakukan penetapan.

Baca Juga :  Kasus Kakek Bunuh Cucu dengan Cangkul di Karanganyar, Kapolres Minta Penyelidikan Mendalam untuk Ungkap Motifnya

Tapi jika ada pengajuan sengketa, maka, jelas Budi Sukramto, proses penetapan akan dilakukan setelah ada putusan dari MK, apakah sengketa tersebut dapat dilanjutkan ke proses persdidangan atau tidak.

Jika MK memutuskan sengketa tersebut berlanjut ke persidangan, maka KPU  menunggu sampai ada keputusan final dari pengadilan MK.

“ Kita masih menunggu dan belum dapat dipastikan kapan penetapan pemenang pilkada dilakukan,” pungkasnya. Wardoyo