loading...


Kajari Sragen, Muh Sumartono didampingi Kasie-Kasie dan Camat, saat menyalurkan bantuan air bersih di Dukuh Glagah, Desa Dukuh, Tangen, Kamis (12/7/2018). Foto/Wardoyo

SRAGEN- Krisis air dampak kekeringan berkepanjangan di wilayah Sragen utara makin parah. Ratusan warga di beberapa desa di Kecamatan Tangen bahkan harus menunggu bantuan droping untuk bisa mencukupi kebutuhan air bersih sehari-hari.

Krisis air itu juga membuat bantuan droping dari Kejaksaan Negeri (Kajari) Sragen, Kamis (12/7/2018) langsung diserbu puluhan warga di wilayah krisis air di Dukuh Glagah, Desa Dukuh Tangen. Puluhan warga bahkan sudah rela antre sejak pagi dengan menyiapkan ember dan wadah, menunggu kedatangan mobil droping PDAM yang disewa Kajari Sragen.

“Sudah hampir sebulan ini, air susah. Sumur sudah kering, kalau pun ada airnya harus menggali lagi. Itu pun keluarnya cuma sedikit. Hampir setiap tahun begini. Alhamdulilah ada bantuan dari Kejaksaan. Makanya tadi saya sudah siap di sini sejak pagi, ” papar Sri Murniyati (44) warga Glagah RT 31.

Baca Juga :  Peringatan, BMKG Prediksi Kemarau Panjang di Sragen Baru Akan Berakhir 20 November. BPBD Imbau Warga Hemat Air 

Ada 12 tangki air bersih yang digelontorkan Kejari Sragen ke Tangen, Kamis (12/7/2018). Kajari Sragen, Muh Sumartono mengungkapkan 12 tangki itu digelontorkan untuk wilayah krisis air di dua desa yakni Desa Dukuh dan Katelan.

Menurutnya, bantuan air bersih itu digagas sebagai rangkaian pembukaan Hari Bhakti Adhyaksa ke-58 tahun 2018 yang akan jatuh pada 22 Juli mendatang. Penyerahan bantuan kemarin didampingi semua Kasie, Dirut PDAM bersama Muspika Tangen.

“Ini permulaan,  hari ini tadi secara simbolik kita wujudkan bakti sosial dengan bantuan air bersih. Setiap tahun memang kita rutin memberikan bantuan. Hanya saja wujudnya kita sesuaikan dengan kebutuhan masyarakat. Kemarin kita survei ternyata banyak yang kekeringan dan butuh air bersih, makanya hari ini kita droping air bersih, ” paparnya di sela penyerahan bantuan droping di Dukuh Glagah, Dukuh, Tangen.

Baca Juga :  Miris, Pasangan Kakek-Nenek di Sragen Nekat Bandari Judi dan Pasok Miras Ciu. Tak Berkutik Saat Digerebek Polisi 

Menurutnya aksi bakti sosial itu selain untuk meringankan beban masyarakat, juga sebagai wujud kepedulian aparat penegak hukum. Lantas sinergitas dengan institusi lain seperti militer, kepolisian dan seluruh elemen masyarakat, juga menjadi hal yang penting dilakukan oleh kejaksaan.

“Kami setuju bahwa tidak hanya penegakan hukum secara normatif saja yang dikedepankan, tapi sisi lain penyejahteraan dan ekonomi masyarakat juga perlu diperhatikan, ” tukasnya.

Kades Dukuh, Alif Murwantoro mengapresiasi kepedulian Kejari Sragen yang membantu droping air di wilayahnya. Ia menyebut ada 400 KK di 4 RT di desanya yang hampir setiap tahun di musim kemarau, selalu dihantui problem krisis air bersih.

Baca Juga :  Soal Money Politik di Pemilu 2019, Kapolda Jateng: Ati-ati Saja, di Magelang Sudah Kita Tangkap! 

“Di sini sumber air susah, sumur juga kering. Hampir tiap tahun mulai bulan enam sampai 10 kalau kemarau mesti kekurangan air bersih. Makanya kami berterimakasih hari ini dibantu dari Kejaksaan Sragen. Yang bantu ke sini pertama kemarin dari BPBD,  kedua dari Koramil dan hari ini Kejaksaan, ” tandasnya. Wardoyo

 

Loading...