JOGLOSEMARNEWS.COM Umum Nasional

Lagu Pujian untuk Tanah Air Masih Dikumandangkan

Ilusrtrasi/Tribunnews

PONTIANAK – Semangat patriotisme dan cinta tanah air harus terus ditumbuhkembangkan. Salah satunya adalah dengan menyanyikan lagu-lagu pujian untuk tahan air.

Dalam kaitan itu, Uskup Agung Mgr. I. Suharyo mengajak seluruh anggota TNI-Polri untuk mengawali menyanyikan lagu puji-pujian tanah air termasuk lagu kebangsaan agar tumbuh semangat patriotisme dan cinta tanah air.

Pujian dan pujaan kepada tanah air tercinta Indonesia itu dinilai sebagai langkah yang tepat untuk menghilangkan sekat-sekat yang ada dalam masyarakat serta mengikis budaya SARA.

Hal ini perlu dilakukan mengingat karakteristik yang menonjol dari bangsa Indonesia terletak pada kemajemukan masyarakatitu, nya. Karakteristik itu selain sebagai keistimewaan juga sekaligus sebagai ancaman jika tidak diperlihara semangat satu bangsa.

Baca Juga :  Dua Pertiga Pengurus Wilayah dan Cabang Setuju, PBNU Putuskan Muktamar Ke-34 Diundur hingga Akhir Tahun 2021

Demikian ditegaskan Mgr Suharyo dihadapan para peserta “Misa Kudus Oleh Uskup TNI/Polri – Tatap Muka Dalam Kunjungan Pastoral Uskup TNI/Polri Dengan Umat Katolik Se-Garnizun Pontianak”, Rabu (18/7/2018).

Dalam penjelasannya, Mgr. Suharyo mengingatkan, untuk menjaga, mengelola dan merawat keutuhan nilai dari kemajemukan itu tidaklah semudah mengucapkan semboyan Bhinneka Tunggal Ika.

Konflik dan pertikaian tidak sekali muncul untuk menguji kualitas persatuan dalam kemajemukan yang selama ini dipeluk erat sebagai identitas bangsa. Situasi kamtibmas sampai saat ini harus diakui selalu menjadi topik hangat untuk diperbincangkan.

Di tengah situasi negara yang kurang kondusif saat ini, Indonesia membutuhkan lembaga keamanan yang bertujuan untuk menjaga bangsa ini dari rongrongan musuh yang memecah belah persatuan bangsa.

Baca Juga :  Bakal Terapkan Protokol Kesehatan Ketat, Harga Paket Ibadah Umrah di Masa Pandemi Diperkirakan Naik 10 Persen

“Pilar utama dalam menjaga keamanan dan pertahanan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) adalah TNI dan POLRI. Solidaritas dan sinergisitas antara TNI-POLRI dalam upaya merawat keharmonisan adalah inti kekuatan negara yang berdaulat. Dengan demikian hubungan erat antara TNI dan Polri merupakan garda terdepan serta kekuatan yang akan mampu menata dan sekaligus menjaga peradaban antara hubungan masyarakat dengan negaranya. Oleh karena itu, TNI/Polri perlu dibekali dan dibina kehidupan kerohaniannya,” ujar Mgr Suharyo dalam keterangannya, Kamis (19/7/2018).

www.tribunnews.com