JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sukoharjo

Mau yang Seger-seger?Coba Ini, Jambu Wulung Dari Pranan Sukoharjo

Yatmi menata dagangannya, Jambu Wulung di tepi Jalan Raya Sukoharjo-Wonogiri.
Yatmi menata dagangannya, Jambu Wulung di tepi Jalan Raya Sukoharjo-Wonogiri.

SUKOHARJO-Musim kemarau seperti ini memang enaknya makan yang segar-segar, misalnya buah. Nah, dari sekian banyak jenisnya itu, buah yang satu ini patut untuk dicoba, namanya Jambu Wulung.

Jambu Wulung bisa dengan mudah dijumpai di sepanjang Jalan Raya Sukoharjo-Wonogiri, seperti di wilayah Kecamatan Nguter, Sukoharjo. Tapi tentu saja harus ketika datang musim buah ya. Sebab jika bukan musim buah, jangan harap bisa menikmati kesegaran si Jambu Wulung ini.

Jambu Wulung merupakan keluarga jambu air. Kandungan airnya cukup banyak, lantaran itulah bisa mendatangkan kesegaran. Daging buahnya tebal, namun bijinya kecil.

Baca Juga :  Pabrik Kasur Busa di Jalan Ciu Sukoharjo Terbakar Hebat, Bau Menyengat Tercium dari Jarak Ratusan Meter

Yang membedakan Jambu Wulung dengan jambu air jenis lain adalah warnanya. Kulit buahnya berwarna merah marun, hingga mengarah agak biru kehitaman. Sesuai dengan mamanya Wulung yang berarti biru kehitaman atau hitam.

Salah satu penjual Jambu Wulung adalah Yatmi. Ketika dijumpai di lapaknya di depan Masjid Agung Nguter, Jumat (27/7/2018), Yatmi mengatakan, Jambu Wulung banyak dibudidayakan warga Pranan, Kecamatan Polokarto. Dia sendiri juga merupakan warga Pranan dan memiliki sejumlah pohon Jambu Wulung di lahannya.

Saat ini, menurut dia, masih musim Jambu Wulung. Namun, sudah hampir berakhir. Lantaran itu harganya saat ini agak meningkat dibandingkan satu bulan lalu.

Baca Juga :  DPS Sukoharjo Capai 662.636, Jumlah TPS di Pilkada 2020 Sebanyak 1.775, ini Sebarannya di 12 Kecamatan

“Satu kilo Rp 17 ribu,” ungkap dia.

Para penjual buah berair ini, sebut dia, menempati lapak-lapak musiman di sepanjang jalur provinsi tersebut. Hal ini memudahkan konsumen untuk membelinya. Cukup menepikan kendaraan, berlanjut transaksi.

“Rasanya manis dan segar, Mas, murah lagi. Pas buat makan saat panas kemarau ini,” ujar salah satu penikmat Jambu Wulung, Isma.

Gimana, tertarik atau tertarik ni?. Aris Arianto