loading...


Kapolsek Masaran AKP Agus Jumadi saat memimpin identifikasi Mbah Rinem yang ditemukan gantung diri Rabu (4/7/2018). Foto/Wardoyo

SRAGEN- Aksi bunuh diri dengan gantung diri yang dilakukan Mbah Rinem (60) warga Dukuh Gondang RT 20/6, Jirapan, Masaran Rabu (4/7/2018) pagi memang mengejutkan warga dan kerabat. Tak ada yang menyangka jika nenek yang sudah sakit-sakitan itu nekat menempuh jalan pintas untuk mengakhiri sakitnya.

Namun, tanda-tanda keputusasaan dari Mbah Rinem sempat diungkap beberapa hari sebelum kejadian. Bahkan nenek malang yang mengidap komplikasi itu sempat mengutarakan curahan hatinya kepada tetangga.

Baca Juga :  Tragis, Ditinggal Kabur Rekanan, Megaproyek Jembatan Karanganyar Sambungmacan Rp 3,5 M Berakhir Mangkrak. Warga Minta Dinas Bertanggungjawab! 

“Tiga hari lalu, sempat curhat ke tetangga sebenarnya sakitnya itu apa kok diobati kemana-mana enggak sembuh-sembuh. Curhatan dia seperti sudah mutung (putus asa),” kata Kades Jirapan,  Sindu Rabu (4/7/2018).

Sindu menguraikan dari penuturan keluarga, korban memang sudah lama mengidap penyakit komplikasi. Berbagai cara dan pengobatan sudah dilakukan namun tak kunjung menyembuhkan.

Mbah Rinem saat ditemukan gantung diri

Hal itulah yang diduga memicu korban dilanda depresi hingga berujung aksi gantung diri di pohon belakang rumahnya.

Baca Juga :  Tragis, Siswa SMKN 1 Kedawung Sragen Ditemukan Gantung Diri di Dapur. Seminggu Sempat Tak Masuk Sekolah 

Sementara,  Kapolres Sragen AKBP Arif Budiman melalui Kapolsek Masaran AKP Agus Jumadi menyampaikan dari hasil visum,  tidak ditemukan tanda kekerasan maupun penganiayaan di tubuh korban.

Karena keluarga sudah menerima, jenasah korban selanjutnya langsung diserahkan ke keluarga untuk dimakamkan.

“Korban murni gantung diri,  tidak ada tanda kekerasan atau penganiayaan, ” tukasnya. Wardoyo

 

Loading...