Beranda Daerah Karanganyar Minim Penerangan Banyak Kecelakaan, Jalan Raya solo-Tawangmangu Dikeluhkan Berubah Jadi Jalur Maut 

Minim Penerangan Banyak Kecelakaan, Jalan Raya solo-Tawangmangu Dikeluhkan Berubah Jadi Jalur Maut 

94
BAGIKAN

Kondisi jalur Solo-Tawangmangu di wilayah Jaten yang minim penerangan dan rawan kecelakaan. Foto/Wardoyo

KARANGANYAR-  Minim penerangan di jalan raya masih dirasakan warga Karanganyar,  salah satunya di Jalan Raya  Solo-Tawangmangu, tepatnya di depan lapangan Jaten. Pada malam hari, area tersebut masih minim penerangan.

Kondisi tersebut terjadi mulai  dari SMP I Jaten, sampai Dusun Jumog. Walau beberapa ruas jalan sudah dilengkapi Penerangan Jalan Umum (PJU), hal tersebut masih dinilai kurang. Sebenarnya, dilokasi ini sudah ada lampu penerangan jalan. Hanya saja, karena tiang penyangga sudah keropos, tiang penyangga berikut lampu, harus dicabut dan hingga kini belum dipasang kembali.

“Pada malam hari, jalan  agak gelap, tidak semua ada penerangan. Ini sangat menganggu. Saya yakin Pemkab Karanganyar tahu akan hal ini. Kamai berhharap, agar segera dipasang lampu penerangan jalan,” ujar Anto, salah satu pengguna jalan, Selasa (03/07/2018).

Bahkan menurut Anto, akibat minimnya penerangan jalan ini, sering terjadi kecelakaan lalu lintas.

“ Di jalan ini sering terjadi kecelakaan lalu lintas. Selain faktor pengendara, minimnya penerangan juga menjadi faktor penyebab terjadinya kecelakaan,” ujarnya.

Baca Juga :  Hamili Siswi dan Buang Bayi Hasil Hubungan, Guru SMP Gondangrejo Diganjar 7,5 Tahun Penjara

Ketika dikonfirmasi, kepada Dinas Perhubungan Perumahan dan Kawasan Pemukiman, Sundoro, mengatakan, jalan raya Solo-Tawangmangu tersebut, termasuk wilayah jalan provinsi. Sundoro mengakui, di depan lapangan jaten tersebut, sebelumnya ada lampu penerangan jalan. Namun, karena tiang mengalami kerusakan, terpaksa harus dicopot, karena sangat membahayakan pengguna jalan.

Dijelaskannya, ada 20 titik tiang lampu penerangan jalan yang mengalami kerusakan dan sampai saat ini belum diganti. Pasalnya, menurut Sundoro, jalan tersebut merupakan jalan Provinsi.

“ Sudah kita laporkan ke provinsi untuk dilakukan perbaikan. Sampai saat ini, kami masih menunggu,” ujarnya. Wardoyo