loading...
Loading...
Triawati

BOYOLALI- Musim haji tidak hanya dinanti-nanti oleh para jamaah calon haji, namun juga bagi puluhan pedagang oleh-oleh musiman. Bagi para pedagang tersebut, musim haji membawa berkah tersendiri setiap tahunnya.

Setiap kali musim haji tiba, dapat dipastikan akan ada berderet-deret penjual oleh-oleh menjajakan dagangannya di sekitar kawasan Asrama Haji Donohudan, Ngemplak, Boyolali. Sebagian besar para pedagang tersebut berasal dari luar daerah seperti dari Kudus, Salatiga, Yogyakarta dan lainnya.

Mayoritas pedagang oleh-oleh menggelar dagangannya di kawasan sebelah utara dan sebelah timur Asrama Haji Donohudan. Selain oleh-oleh, para pedagang juga ada yang menjajakan barang lain seperti berbagai macam jenis mainan anak, serta pakaian.

“Biasanya yang banyak membeli itu ya para pengantar dan keluarga jamaah haji. Karena kan yang berangkat lewat Embarkasi ini dari seluruh Jawa Tengah dan Yogyakarta. Kalau tidak berdagang di sini saya jualan di kawasan-kawasan wisata seperti di Pantai Parangtritis atau saat Sekatenan di Yogyakarta,” urai salah satu pedagang asal Wates, Suminah (35), Rabu (18/7/2018).

Diakui Suminah, setiap kali musim haji selalu mendatangkan berkah bagi dirinya. Seperti kali ini dimana dia sudah menggelar dagangannya selama tiga hari dan mendapatkan banyak pembeli. Seperti biasanya, Suminah menjual berbagai macam jenis oleh-oleh khas seperti intip goreng, brem, jenang alot, jenang wajik dan lainnya.

“Oleh-oleh yang paling banyak dicari para pengantar jamaah calon haji adalah jenang alot dan intip. Jenang alot harganya mulai dari Rp 5.000, Rp 10.000 dan Rp 30.000,” tuturnya.

Hal senada diceritakan penjual oleh-oleh lainnya, Rohmad (45). Baginya, musim haji mendatangkan rejeki tahunan bagi dirinya dan keluarganya.

“Biasanya yang paling banyak dibeli jenang alot yaitu jenang khas dari Wates. Untuk musim haji kali ini saya menyetok sekitar enam kwintal jenang,” ujarnya. Triawati Prihatsari P

Loading...