JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Wonogiri

Pelatihan Kerajinan Dari Bambu Asli Wonogiri. Diikuti Puluhan Peserta, Produksinya Siap Dipasarkan

Peserta pelatihan berfoto bersama pemateri dan Kabid Perdagangan.
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
Peserta pelatihan berfoto bersama pemateri dan Kabid Perdagangan.

WONOGIRI-Puluhan peserta antusias mengikuti pelatihan teknologi produksi industri kecil menengah kerajinan bambu di Wonogiri.

Pelatihan diadakan Dinas Koperasi UMKM Perindustrian dan Perdagangan Wonogiri, khususnya Bidang Perindustrian. Angkatan pertama digelar mulai 2-5 Juli 2018. Angkatan kedua menyusul berikutnya.

“Angkatan pertama ada 20 peserta,” ujar Kepala Bidang Perindustrian, Sulistyani, Selasa (3/7/2018).

Mewakili Kadinas Guruh Santosa, dia menerangkan, sengaja memilih pelatihan produksi kerajinan bambu. Ada sejumlah pertimbangan terkait hal itu.

Baca Juga :  Ini Cerita Penemuan Benda Diduga Bom Buku di Tukluk Desa Sejati Kecamatan Giriwoyo Wonogiri. Takut, Akhirnya Dibuang ke Sungai

Pertama, ujar dia, Wonogiri kaya dengan potensi bahan baku berupa tanaman bambu. Kedua, banyak sentra industri bambu, namun belum dikembangkan secara optimal.

“Produk yang ada sudah terlalu umum, misalnya kipas, anyaman, dan lainnya. Padahal bambu bisa diolah menjadi bermacam produk inovatif,” ungkap dia.

Lantaran itu, pihaknya kemudian mendatangkan praktisi kerajinan bambu untuk melatih para peserta. Mereka diajari teknik mengolah bambu menjadi produk baru yang menarik. Misalnya cangkir dan gelas, lampu duduk, aneka lukisan, tempat tisu, dan sebagainya.

Baca Juga :  Gurihnya Sego Berkat Wonogiri, Ada 2 Gaya Lho. Kini Bisa Disantap Tanpa Perlu Menunggu Ada Hajatan

Menariknya lagi, menurut dia, pemateri bersedia memasarkan produk para peserta nantinya. Tentunya sesuai standar baku yang telah ditentukan sebelumnya.

“Kebetulan pemateri, Pak Saimin ini cukup sukses di industri bambu, pesanannya membludak sampai kewalahan,” jelas dia.

Ke depan pelatihan sejenis bakal terus diadakan. Tujuannya memberikan bekal ketrampilan masyarakat agar bisa mandiri dengan memaksimalkan potensi yang ada. Aris Arianto