Beranda Umum Nasional Perempuan Pun Berperan Penting Cegah Terorisme

Perempuan Pun Berperan Penting Cegah Terorisme

33
BAGIKAN
Ilustrasi teroris

JAKARTA  –  Ternyata pencegahan tindak terorisme bukan hanya urusan aparat keamanan saja. Bahkan kaum ibu pun dipandang memiliki peran yang cukup besar dalam antisipasi tindak terorisme.

Hal itu ditegaskan oleh Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme atau BNPT Komisaris Jenderal Suhardi Alius. Ia  mengatakan perempuan memiliki peran penting dalam menanggulangi aksi terorisme.

“Saya katakan perempuan adalah pondasi bangsa ini, setiap keberhasilan seseorang pasti ada warna perempuan,” kata Suhardi kepada wartawan di Pondok Indah Golf Course, Kamis, 5 Juli 2018.

Suhardi menuturkan perempuan dapat mencegah paham terorisme melalui pendidikan kepada anak-anaknya sejak dini. Pasalnya, kata Suhardi, anak-anak sangat rentan disusupi paham-paham radikal.

“Ibu-ibu sangat berperan, karena merekalah yang paling sering berinteraksi dengan putra-putrinya,” kata Suhardi.

Di sisi lain, menurut Suhardi, perempuan juga lebih rentan sebagai modus operandi baru para pelaku paham radikalisme. Radikalisme yang ia maksudkan adalah masalah intoleransi, anti-Negara Kesatuan Republik Indonesia, anti-pancasila dan penyebaran paham-paham takfiri.

“Modus operandi itu bergerak, dinamis sekali melihat kultur kita. Perempuan dan anak-anak sudah mulai didekati,” kata Suhardi.

Menurut Suhardi para pelaku teror memanfaatkan kultur Indonesia yang masih memegang erat budaya Timur, di mana perempuan ingin dilindungi dan didahulukan. Suhardi mengimbau para perempuan dapat lebih peka mendeteksi gejala pada anak-anaknya yang terpapar paham terorisme.

www.tempo.co

 

 

 

 

 

 

Kepala BNPT: Perempuan Berperan Penting Cegah Tindak Terorisme

JAKARTA  – Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme atau BNPT Komisaris Jenderal Suhardi Alius mengatakan perempuan memiliki peran penting dalam menanggulangi aksi terorisme.

Baca Juga :  Gara-gara Memangsa Warga, 292 Ekor  Buaya Dibantai Warga

 

“Saya katakan perempuan adalah pondasi bangsa ini, setiap keberhasilan seseorang pasti ada warna perempuan,” kata Suhardi kepada wartawan di Pondok Indah Golf Course, Kamis, 5 Juli 2018.

Suhardi menuturkan perempuan dapat mencegah paham terorisme melalui pendidikan kepada anak-anaknya sejak dini. Pasalnya, kata Suhardi, anak-anak sangat rentan disusupi paham-paham radikal. “Ibu-ibu sangat berperan, karena merekalah yang paling sering berinteraksi dengan putra-putrinya,” kata Suhardi.

Di sisi lain, menurut Suhardi, perempuan juga lebih rentan sebagai modus operandi baru para pelaku paham radikalisme. Radikalisme yang ia maksudkan adalah masalah intoleransi, anti-Negara Kesatuan Republik Indonesia, anti-pancasila dan penyebaran paham-paham takfiri.

“Modus operandi itu bergerak, dinamis sekali melihat kultur kita. Perempuan dan anak-anak sudah mulai didekati,” kata Suhardi.

Menurut Suhardi para pelaku teror memanfaatkan kultur Indonesia yang masih memegang erat budaya Timur, di mana perempuan ingin dilindungi dan didahulukan. Suhardi mengimbau para perempuan dapat lebih peka mendeteksi gejala pada anak-anaknya yang terpapar paham terorisme.

www.tempo.co