Beranda Wisata Kuliner Sayur Lodeh Gude Khas Wonogiri. Tetap Nikmat Walau Tersaji Dengan Warna Pekat

Sayur Lodeh Gude Khas Wonogiri. Tetap Nikmat Walau Tersaji Dengan Warna Pekat

67
BAGIKAN
Lodeh gude

WONOGIRI-Gude atau kacang gude merupakan salah satu tanaman pangan yang banyak dibudidayakan di Wonogiri. Untuk penyajiannya di meja makan, bisa dijadikan sayur, ceprot, oseng, maupun lauk.

Jika dibuat sayur, maka yang sangat akrab di lidah warga Wonogiri adalah lodeh gude. Santan sebagai kuah lodeh, dibuat kental. Berpadu dengan warga biji gude yang hitam, maka akan menghasilkan sayur lodeh yang pekat.

“Tapi tetap nikmat, biji gude rasanya kenyal dan tidak mudah pecah saat dimasak,” jelas salah satu penikmat kuliner, Nirwolo, Minggu (29/7/2018).

Menurut dia, ada yang suka memasak lodeh dengan biji gude yang telah tua. Namun ada pula yang memilih memasak biji gude muda. Untuk alternatif kedua, gude dimasak bersamaan dengan kulitnya. Tapi soal rasa, dia pastikan sama-sama nikmat.

Cara memasak sayur lodeh gude di Wonogiri, jelas dia, rata-rata sama. Yakni menggunakan santan kental.

Menariknya, ketika sayur tidak habis dalam satu hari, akan dihangatkan lagi untuk keesokannya. Demikian seterusnya, hingga kadang lodeh ini bisa bertahan hingga beberapa hari.

Baca Juga :  Batik Wonogiren Harus Jadi Tuan Rumah di Wonogiri

“Tapi sayangnya, sayur lodeh gude di Wonogiri masih sebatas dimasak untuk keperluan keluarga. Sangat sedikit yang menjualnya di warung makan,” sebut dia.

Penikmat kuliner asal Wonogiri lainnya, Hartini menerangkan, gude kadang dimasak dengan diceprot. Yakni dicampur parutan kelapa dan disajikan kering tidak berkuah. Sering pula dioseng. Sementara untuk lauk, gude dibuat bothok dicampur bahan lainnya.

“Ada pula yang dibuat lento. Sejenis gorengan dari campuran tepung dan parutan kelapa,” terang dia. Aris Arianto