JOGLOSEMARNEWS.COM Umum Nasional

Sejumlah Menteri Nyaleg, Kiberja Kabinet Bisa Terganggu

pemilu
Ilustrasi
Ilustrasi/Tribunnews

JAKARTA –  Aura di tahun politik memang bisa berdampak bagi kelangsungan kinerja pemerintahan. Apalagi bila para pejabat ikut nyalon sebagai legislatif dalam Pemilu 2019 mendatang.

Wakil Presiden Jusuf Kalla sendiri mengatakan, kinerja kabinet akan terganggu jika sejumlah menteri mendaftar menjadi calon legislatif untuk Pemilu 2019.

Menurut Jusuf Kalla para menteri yang mendaftar menjadi calon legislatif akan mengajukan cuti saat kampanye dan meninggalkan tugas-tugasnya sebagai menteri.

Baca Juga :  Kasus Penusukan Syekh Ali Jaber: Rumah Pelaku Hanya Berjarak 500 Meter dari Lokasi Kejadian, Sudah Lama Intai Lewat Media Massa

“Ya tentu waktunya ya, karena masa kampanye pasti mengganggu waktu bekerja pasti,” ujar Jusuf Kalla di kantor Wapres, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Selasa (17/7/2018).

Meski demikian, Jusuf Kalla mengatakan tak perlu ada kekhawatiran berlebih saat para menteri cuti kampanye.

Menurutnya tugas menteri bisa dijalankan sejumlah pejabat seperti sekjen, dirjen, atau pejabat lain.

Diketahui nama Menko PMK Puan Maharani dan Menhumkam Yasonna Laoly dipastikan maju menjadi caleg dari PDIP. Jusuf Kalla mengatakan secara pribadi dirinya belum mengetahui sama sekali siapa-siapa saja menteri yang mencalonkan diri dalam Pileg 2019.

Baca Juga :  Kasus Penusukan Syekh Ali Jaber: Pelaku Alfin Andrian Bawa Pisau dari Rumah, Polisi Sebut Ada Indikasi Rencana Pembunuhan

“Belum (tau menteri yang jadi caleg), karena kan kita lihat hari ini kalau sudah pendaftaran hari ini (terakhir), diketahui siapa-siapa yang daftar,” ujar Jusuf Kalla.

www.tribunnews.com