loading...


Anak-anak tengah melepaskan burung merpati/Dok Solo Mengajar

SOLO –  Sebanyak 1.206 anak dari 12 SD terpilih di Solo dan Sragen mengikuti Kelas Inspirasi (KI)  6 Solo.  Kelas inspirasi tersebut dilaksanakan, Sabtu (28/7/2018) pagi.

Para profesional dari berbagai sektor turut hadir menyemarakkan KI kali ini, mulai dari pengusaha, presenter televisi, guru, konselor anak, penulis, arsitek hingga pemadam kebakaran.

Basyiroh selaku Public Relation Division Solo Mengajar dalam rilisnye ke Joglosemarnews menjelaskan, KI dimulai pukul 08.00 WIB, diawali dengan upacara pembukaan yang diikuti  para siswa SD, guru, inspirator, fasilitator dan dokumentator dan diakhiri sesi penutupan (closing).

Anak yang tersentuh oleh cerita sang inspirator tampak menangis/Dok Solo Mengajar

“Yang paling seru dengan hadirnya tim pemadam kebakaran Solo di SDN Yosodipuro, Banjarsari, Solo. Tim pemadam membagi kisah inspiratif mereka kepada anak-anak,”  papar Basyiroh.

Baca Juga :  Danskadik 405 Lanud SMO Buka Latis Susba Rustahmil

Misalnyaa tentang penggunaan alat-alat pemadam saat terjadi kebakaran hingga bagaimana cara mengatasi kebakaran. Di akhir sesi, terlihat 10 anak bercita-cita ingin menjadi seorang pemadam kebakaran.

Di SDN 2 Peleman, Gemolong, Sragen,  Anastasia Ajeng selaku guru TK hadir di kerumunan anak-anak. Ia menyampaikan kisah inspiratifnya, memotivasi anak-anak untuk memiliki cita-cita tinggi dan berani memperjuangkannya dengan memegang nilai-nilai kejujuran.

Ajeng mengemas kisah inspiratifnya dengan sebuah game. Anak-anak diminta menggambar sketsa orang yang disayangi serta janji yang mereka siap jalani untuk mencapai cita-cita mereka, dalam mini book.

“Cita-cita itu adalah sebuah komitmen yang harus diperjuangkan untuk orang yang kita sayangi,” ujarnya.

Baca Juga :  Solopeduli Gelar Pengobatan Gratis di Ulang Tahun  ke 12 Tahun Majalah Hadila

Berkat penyampaiannya yang menyentuh, beberapa anak sampai meneteskan air mata.

Masing-masing SD memiliki konsep yang berbeda. Seperti halnya di SD Mijipinilihan, Serengan, Solo. Di sana,  konsep yang diambil adalah menerbangkan burung gereja sebagai lambang bahwa anak-anak harus memiliki cita-cita yang tinggi.

Sementara di di SDN Bibiskalang 46, Banjarsari, Solo dengan konsep flash mob. Anak-anak membentuk barisan setengah lingkaran rapi dengan membawa bendera sambil menyanyikan lagu Laskar Pelangi. Selanjutnya diambil 11 anak untuk membawa poin paper dengan tulisan “Aku Ingin Menjadi”. Poin paper kemudian dibalik sehingga menampilkan halaman gambar profesi. Disusul dengan poin paper yang lain yang menunjukkan logo Kelas Inspirasi 6 Solo. #Suhamdani

Loading...