loading...
Ilustrasi/Tribunnews

GUNUNGKIDUL – Pada Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB)  tahun ini Sekolah Menengah Pertama (SMP) negeri maupun swasta di Gunungkidul terancam kekurangan murid.

Hal itu disebabkan karena jumlah siswa yang lulus dari tingkat SD berjumlah 9.222,  sementara jumlah kuota yang tersedia pada tingkat SMP/MTs sebanyak 11.700.

Demikian diungkapkan oleh kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Gunungkidul, Bahron Rasyid.

Baca Juga :  Sempat Heboh, Lubang Misterius Sedot Air Kali Kuning Sleman Sampai Kering

“Jangankan sekolah swasta, sekolah negeri saja walaupun dengan sistem zonasi tetap ada yang kekurangan murid, karena jumlah lulusan SD lebih sedikit dari pada jumlah kuota di SMP negeri maupun swasta,” terangnya, saat dihubungi tribunjogja, Minggu (1/7/2018).

Ia mengatakan, dengan diberlakukannya sistem zonasi pada PPDB tahun ini tidak akan membunuh sekolah-sekolah swasta yang ada di Gunungkidul.

Baca Juga :  Minim Buku Bacaan, Koleksi Perpustakaan SD di Yogya Didominasi Buku Pelajaran

“Jika ada sekolah yang kekurangan murid, itu bukan karena terdampak dengan sistem zonasi tetapi jika melihat data memang ada penurunan jumlah siswa yang lulus dari kelas 6 SD,” jelasnya.  

Loading...

www.tribunnews.com


Loading...