loading...


Triawati PP

SOLO– Universitas Sebelas Maret Surakarta (UNS) mengukuhkan kembali akan menggelar pengukuhan guru besar(Gubes)  dalam sidang senat terbuka, Kamis (5/7/2018), di Auditorium UNS. Kali ini, UNS akan mengukuhkan dua guru besar bidang Ilmu Akuntansi dan bidang Ekologi.

Kedua Gubes yaitu Prof. Hasan Fauzi, Ph.D., CA., CSRA akan dikukuhkan sebagai guru besar bidang Ilmu Akuntansi: Corporate Governance & CSR (GB ke 193 UNS dan ke-13 FEB) dan Prof. Dr. Sunarto, MS. sebagai guru besar bidang Ekologi/ Biologi lingkungan (GB ke 194 UNS dan ke-13 FMIPA).

Baca Juga :  Membangun “Desa Pelayanan Publik” Melalui Toko Online, Antarkan UTP Raih Juara 1 Kompetisi Tingkat Jateng

Dalam pidato ilmiahnya, Prof. Hasan Fauzi akan menyampaikan pidato berjudul Kerangka Islamic Corporate Governance & Accountability (CGA) Untuk Memberikan Solusi Terhadap Permasalahan Sosial Dan Lingkungan Saat Ini. Sedangkan Prof. Sunarto akan menyampaikan pidato berjudul Implementasi Perspektif Agama Dalam Ekologi (Ekoteologi) Menuju Pengelolaan Ekosistem Perairan Tawar Berkelanjutan.

“Saya akan menyoroti tentang kegagalan kerangka Corporate Governance & Accountability (CGA) yang selama ini dibangun dengan menggunakan teori-teori sistem keuangan kapitalis, baik berupa Shareholder capitalism, stakeholder capitalism, dan the developmental state model of capitalism. Oleh karena menurutnya diperlukan solusi teoritis yang lebih baik yaitu Islamic CGA. Islamic CGA yang juga boleh disebut sebagai keranga islamic CSR merupakan  Kerangka CSR Islam (i-CSR) yang sangat penting dalam mengarahkan strategi, kebijakan, dan praktik CSR entitas-entitas Islam,” urai Prof Hasan Fauzi dalam Jumpa Pers yang digelar Selasa (3/7/2018).

Baca Juga :  Solichul Hadi Raih 2 Award Sekaligus di ISoRIS 2018: Best Paper dan Best Poster

Sedangkan Prof. Sunarto dalam pidatonya akan mengurai fakta degradasi lingkungan khususnya ekosistem perairan tawar.

“Penurunan kuantitas, kualitas dan kontinuitas air terutama terjadi pada air tawar. Hal ini akan berdampak pada keseluruhan komponen ekosistem dan interaksi terkait. Degradasi tidak terkendali pada lingkungan air tawar akan berdampak negatif pada biodiversitas, potensi energi terbarukan dan jasa lingkungan potensial lainnya,” paparnya. Triawati PP

Loading...