loading...

Empt korban baru keracunan massal gudangan di Kalioso,Jetiskarangpung, Kalijambe saat tiba di UGD Puskesmas Kalijambe, Selasa (28/8/2018). Foto/Wardoyo

SRAGEN- Kasus keracunan massal diduga akibat mengonsumsi nasi gudangan di acara jalan sehat Dukuh Kalioso, Jetiskarangpung, Kalijambe terus menambah korban. Sebanyak lima korban baru dilarikan ke UGD Puskesmas Kalijambe, Selasa (28/8/2018) siang.

Lima pasien baru itu terhitung masih berkerabat dan semuanya dari RT 4/1, Kalioso. Dua diantaranya Haryono (50) dan Wagimin (67) yang baru masuk UGD pukul 11.00 WIB.

“Iya. Hari ini ada tambahan lima pasien baru di UGD. Tapi ada empat pasien yang sudah pulang sehingga yang dari UGD bisa menggantikan,” papar Kepala Puskesmas Kalijambe, Lukman Hakim ditemui di Puskesmas.

Hingga hari kedua, jumlah total pasien rawat inap dan jalan di Puskesmas Kalijambe mencapai 125 orang dengan 26 pasien di antaranya menjalani rawat inap. Selain itu ada lagi 7 pasien di RSUD Gemolong, 7 di RSU Assalam dan 2 pasien di Yakssi Gemolong.

Jumlah itu diperkirakan bisa lebih mengingat nasi gudangan yang dibagikan di acara jalan sehat Kalioso mencapai 250 bungkus.

“Sebenarnya yang nunggui pasien rawat inap di Puskesmas itu juga pasien rawat jalan. Cuma mereka kondisinya sudah baik,” terang Lukman.

Loading...

Perihal pasien yang parah, Lukman memastikan dari ratusan yang dirawat inap maupun jalan, semuanya sudah membaik.

Hanya ada satu pasien yang masih drop lantaran memiliki riwayat penyakit penyerta stroke dan jantung.

“Karena sudah ada riwayat penyakit itu, akhirnya jadi drop lagi. Tapi juga sudah agak membaik kondisinya,” terang dia.

Terkait tindaklanjut kasus itu, pihaknya sudah langsung bergerak menerjunkan tim melakukan pengamatan epidemologi (PE) di lokasi indeks kasus. Tim beranggotakan enam petugas, sudah mengambil sampel sisa nasi, beberapa sayuran, botok dan gudangan untuk dikirim uji laboratorium.

“Yang penting begitu ada laporan, kami sudah berusaha sigap menangani semua pasien. Sehingga tidak sampai ada yang risiko fatal,” tandasnya.

Kepala DKK Sragen, Hargiyanto menambahkan sampel dikirim ke BLK Semarang dan hasilnya akan keluar dalam beberapa hari ke depan. Wardoyo

 

Loading...