loading...
Triawati

BOYOLALI– Jadwal kepulangan jamaah haji kelompok terbang (kloter) 1 Debarkasi  Adi Soemarmo mundur dari jadwal yang ditentukan. Namun keterlambatan tersebut dijamin tidak akan terjadi lagi di hari kedua kepulangan jamaah haji.

Sesuai jadwal, seharusnya kedatangan empat kloter jemaah haji di jari pertama pemulangan terjadwal mulai pukul 10.30 WIB untuk kloter pertama asal Kabupaten Tegal. Namun kenyataannya pesawat baru landing pukul 11.05 WIB. Keterlambatan yang sama juga terjadi pada kloter 2.

Hal berbeda terjadi pada kepulangan jemaah haji kloter 3 dan 4 yang maju dari jadwal semula. Kloter 3 yang semestinya tiba pukul 18.30 WIB maju menjadi pukul 15.50 WIB. Sedangkan kloter 4 tiba di bandara pukul 18.30 WIB, maju dari jadwal semestinya yakni pukul 20.40 WIB. Menurut Ketua PPIH Debarkasi Adi Soemarmo, Farhani, perubahan waktu kepulangan jemaah haji sudah lumrah terjadi setiap tahun.

Baca Juga :  SD Muhammadiyah 1 Solo Sabet Juara dalam Biology’s Of Islamic Competition se-Solo Raya

“Itu wajar terjadi untuk kepulangan jemaah pada kloter-kloter awal. Bahkan bisa jadi itu terjadi hingga seminggu. Karena kepadatan jalur pesawat disana,” kata Farhani seusai menyambut kedatangan kloter 1 di asrama haji Donohudan, Ngemplak, Boyolali, Selasa (28/8/2018).

Baca Juga :  Rektor UNISRI: Dosen Mengurus Pangkat Harus Mandiri

Sementara itu, kedatangan jemaah haji kloter 1 ke tanah air disambut langsung oleh Penjabat (Pj) Gubernur Jawa Tengah Syarifuddin. Dalam sambutannya, Starifudin memaparkan, tugas para jemaah haji tidak berhenti setelah sampai di rumah.

“Setelah sampai di rumah masing-masing, jemaah sekalian harus menjadi contoh yang baik di masyarakat. Harus bisa menjaga persatuan dan kesatuan antar masyarakat. Jika seluruh jemaah haji dapat membawa pesan dan melaksanakan persatuan di tengah-tengah masyarakat, maka negara ini dijamin dapat terhindar dari perpecahan. Haji itu mengajarkan satu nasib satu penanggungan. Jadi kalau ada saudaranya membutuhkan bantuan, harus dibantu. Jika saudaranya sakit maka seakan-akan merasakan sakit,” tandasnya. Triawati PP


Loading...