loading...
Azalea

WONOGIRI-Kendati masih muda belia, dara cantik yang satu ini sudah memiliki pemikiran untuk memajukan Kota Mete Wonogiri melalui caranya sendiri. Dia ingin mengembangkan dunia usaha mikro kecil menengah (UMKM) di Wonogiri berbasis industri kreatif.

Nama lengkapnya Azalea Putri Utami, dalam pergaulan lebih dikenal dengan sebutan Lea. Masih berusia 20 tahun, tapi pemikirannya sudah jauh ke depan. Salah satunya adalah kepedulian terhadap pengembangan UMKM Wonogiri.

“Saya ingin mengembangkan UMKM berbasis industri kreatif,” ujar mahasiswi Jurusan bahasa Inggris Universitas Gadjah Mada (UGM) Jogjakarta ini, Jumat (3/8/2018).

Basis industri kreatif dipilihnya melihat banyak rekannya yang sukses di bidang ini. Contohnya, seorang rekan yang memiliki bisnis pembuatan es lilin aneka rasa. Dengan harga murah, es krim yang dikemas pula secara menarik ini laris manis di kalangan mahasiswa. Si pemilik usaha mendapatkan untung berlipat, demikian pula dengan para penjual dan tenaga pemasarannya. Pendek kata, menurut dia bisnis kreatif akan menghidupi banyak pihak.

Baca Juga :  Rencana Pengadaan Alat Rapid Test di Wonogiri, Saat Ini Pemkab Masih Menghitung Jumlah Ideal dan Anggarannya

Melihat kenyataan itu, tidak mustahil basis industri yang sama akan meraih sukses di Wonogiri. Terlebih masih banyak peluang yang bisa digali dengan kreatifitas di Wonogiri, juga sudah muncul sejumlah pelaku usaha kreatif di Kota Gaplek.

“Saya pernah mengusulkan industri keripik berbahan baku kulit buah naga ke perguruan tinggi. Saya mendapatkan info di Desa Semin Kecamatan Nguntoronadi, Wonogiri merupakan sentra buah naga. Jika ini bisa ditangkap, akan klop dan bagus bagi masyarakat,” tutur warga Dusun Krumpyung Desa Kepatihan, Kecamatan Selogiri itu.

Baca Juga :  Kabar Baik, Hasil Rapid Test Corona di Pasar dan Swalayan di Wonogiri Semuanya Non Reaktif

Dara tinggi semampai dengan lesung pipi kiri ini mengatakan tidak sebatas pemikiran. Dia berusaha mewujudkan keinginan tersebut. Hanya saja masih mematangkan perencanaan dan persiapan lainnya. Sembari itu di sela-sela kuliah, pemilik rambut berombak ini menyempatkan diri menjadi freelancer sejumlah hotel di Kota Pelajar.

“Sering menjadi waitress di hotel-hotel, sambil mencari pengalaman dan tambahan uang saku serta untuk mematangkan ide bisnis itu, Mas,” Aris Arianto