loading...
Kapolres Sragen, AKBP Arif Budiman didampingi Kasat Reskrim dan Kasubag Humas saat menggelar rilis penangkapan pimpinan RM Djos Gandhos di Mapolres Sragen, Rabu (21/2/2018). Foto/Wardoyo

SRAGEN- Polres Sragen menyatakan tengah memburu seorang ibu dan dua anaknya karena diduga ikut terlibat dalam sindikat perampokan dan pencurian toko lintas provinsi. Ketiga ibu dan anak itu ditetapkan daftar pencarian orang (DPO) setelah kabur dalam penggerebekan di Desa Katukan, Puro, Karangmalang akhir pekan lalu.

Perburuan ketiganya merupakan tindaklanjut penangkapan

Arief Effendy (61) asal Bayuurip Kidul 2/11, RT 003/004, Sawahan, Surabaya, yang merupakan pimpinan keluarga itu.

Ketiga anggota keluarga perampok itu masing-masing Mujiyati (56) istri Arief, dan dua anaknya, Muhammad Fitra Akbar (34) dan Emmy (38).

Baca Juga :  Kisruh Dugaan Potongan Dana BKK , Perangkat Desa di Masaran Sragen Ditangkap dan Dipenjara 

“Ketiganya sudah kita tetapkan DPO dan saat ini masih dalam pengejaran,” papar Kapolres Sragen, AKBP Arif Budiman, Selasa (28/8/2018).

Sementara dari hasil interogasi terhadap Arief, ia dan anak istrinya sudah beraksi di tiga lokasi. Yakni di sebuah toko barang antik di wilayah Semarang dengan hasil Rp. 3.000.000 dan 10 sendok kuningan serta 2 entong. Kemudian beraksi dua kali di pertokoan Jl. Kusuma Negara Yogyakarta dengan hasil Rp. 6.000.000 dan 1 buah HP merek Samsung.

Namun tersangka mengaku tidak melakukan tindakan perampokan maupun pencurian di wilayah Sragen.

Baca Juga :  Dana BKK Cor Jalan Diduga Bocor Jutaan Rupiah, Warga Sepat Masaran Demo Bawa Spanduk Tengkorak 

Ibu dan dua anak itu berhasil kabur saat penggerebekan oleh Tim TEKAB Polres Sragen di Puro, Karangmalang.

Mereka masuk ke Sragen usai beraksi di Kedunggalar, Ngawi, Jatim dan hendak kabur.

“Awalnya tim mendapat informasi dari Polres Ngawi kalau telah terjadi pencurian dengan pemberatan di Sidowayah, Kedunggalar, Ngawi. Informasi pelaku lari menuju ke wilayah Sragen dengan mengendarai mobil Ertiga putih Nopol N dengan ciri mobil spion sebelah kanan pecah dan kaca belakang sebelah kiri pecah. Sekitar pukul 13.15 WIB, mobil terdeteksi melintas di depan klinik Hastuti ke arah barat. Lalu dikejar akhirnya tertangkap di wilayah Katukan, Puro,” papar Kapolres. Wardoyo


Loading...