loading...
Loading...
Pemuda korban penganiayaan sadis di Gabugan, Tanon saat dirawat di Puskesmas. Foto/Wardoyo

SRAGEN-  Aksi pengeroyokan sadis terjadi di Gabugan, Tanon Rabu (22/8/2018) malam. Gara-gara dibakar api cemburu, seorang pemuda asal Sukodono berinisial BP, menjadi korban pengeroyokan sekelompok pemuda.

Data yang dihimpun, kejadian bermula ketika BP yang berasal dari Sambirejo. Newung, Sukodono itu nongkrong dan menenggak miras bersama pacarnya, Savi Novitasari.

Mereka menenggak miras di KNPI Sragen. Entah darimana mulanya, kemudian datang sekelompok pemuda yang satu diantaranya diketahui bernama Ivan. Sempat terjadi adu tegang dan cekcok diantara Ivan dan BP.

Baca Juga :  Kisah Perjuangan Dramatis 2 Polisi Selamatkan Persalinan Ibu Hamil di Pelosok Gunung Kemukus Sragen. Sempat Panik Saat Lihat Bayi Terlanjur Lahir di Mobil Patroli

Setelah itu, BP pulang ke arah Ketro, Tanon untuk mengantar pulang pacarnya itu.

Tak tahunya, Ivan dan beberapa temannya membuntuti di belakang dengan mengendarai mobil Grand livina B-1542-FYA. Sesampai di rumah Savi, korban mendadak dipanggil oleh Ivan. Tanpa curiga, korban mendekat. Seketika itu korban dan teman-temannya langsung menyeret korban ke dalam mobil dan dibawa ke lapangan Gabugan, Tanon.

Baca Juga :  Bupati Sragen Tak Larang PNS Bercadar dan Celana Cingkrang. "Tapi Saya Akan Tegur Habis-Habisan Kalau Ada PNS Pakai Rok dengan Belahan Segini!" 

Di lapangan yang sepi itu, korban dihajar beramai-ramai. Korban dipukul, ditendang secara bertubi-tubi hingga jatuh tersungkur.Mengetahui pacarnya menjadi korban pengeroyokan, Savi Novitasari lari dan melapor ke Polsek Tanon.

Tak lama berselang, tim Polsek Tanon langsung mengevakuasi korban ke Puskesmas Tanon. Bersamaan dengan itu dilakukan olah TKP dan dilacak pelakunya.

Kapolres Sragen, AKBP Arif Budiman melalui Kapolsek Tanon AKP Heru Budiarto mengatakan setelah pelaku terlacak, kemudian dibawa ke Polsek Tanon. Di hadapan korban dan petugas Polsek, kasus itu akhirnya berhasil dimediasi dan diselesaikan secara kekeluargaan.

Baca Juga :  Dulu Disalahkan, Kini Petani Resmi Boleh Pakai Gas Elpiji Subsidi untuk Diesel Pertanian. Kementerian ESDM Malah Bantu 350 Mesin Berbahan Bakar Gas 

Kanit Reskrim Polsek Tanon, Aiptu Heri Wibowo sempat berpes kepada kedua belah pihak untuk saling memaafkan dan berpesan jangan sampai hal ini terulang lagi.

“Jaga kerukunan dan kondusivitas di wilayah masing-masing,” terangnya. Wardoyo

Loading...