JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Klaten

Dukuh Butuh Sidowarno Klaten Dicanangkan Sebagai Kampung Berseri Astra

Triawati
Madu Borneo
Madu Borneo
Madu Borneo

Triawati

KLATEN– Dukuh Butuh, Desa Sidowarno, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Klaten dicanangkan sebagai Kampung Berseri Astra. Pencanangan kampung tersebut merupakan yang ke 74 se Indonesia dan ke dua se Jawa Tengah.

Menurut Team Leader Environmental and Social Responsibility PT Astra International, Agah Gumelar, Dukuh Butuh menjadi Berseri Astra ke dua se Jawa Tengah.setelah sebelumnya telah dicanangkan di Desa Tanon, Kabupaten.Semarang.

“Kampung Berseri Astra merupakan kotribusi program CSR PT Astra International. Masing-masing Kampung Berseri memiliki karakter yang berbeda-beda, namun memiliki empat pilar sama yaitu kesehatan, lingkungan, pendidikan dan kewirausahaan. Keempat pilar tersebut kemudian diintegrasikan sesuai potensinya,” di sela kegiatan pencanangan, Sabtu (11/8/2018).

Baca Juga :  Sambut Pilkada, PCNU Klaten Launching Buku Anti-Suap
Triawati

Di Dukuh Butuh, Desa Sidowarno, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Klaten sendiri memiliki potensi wayang kulit. Diharapkan, dalam waktu tiga hingga lima tahun ke depan kampung tersebut mampu menjadi salah satu kampung destinasi wisata.

“Setiap kampung diangkat sesuai potensinya. Dan akan jadi destinasi wisata, dimana kami akan selalu memberikan penilaian dengan bintang-bintang,” tukas Agah.

Ditambahkan Koordinator Wilayah Grup Astra Solo, FX Nanang N, Astra akan memberikan oendanaan dengan konsep pemberdayaan terhadap Kampung Butuh sebagai Kampung Berseri Astra.

“Warga akan kami biarkan membuat program, dan kami akan menyetujuinya dan mendanainya. Namun kami hanya akan memberikan pendanaan tidak melalui fresh money. Kami harapkan Dukuh Butuh ini mampu berkembang sesuai potensinya yaitu wayang. Harapannya akan ada peningkatan jumlah pengrajin wayang di Dukuh Butuh setiap tahunnya,” pungkasnya.

Baca Juga :  Tahun 2021, Polres Klaten Mendapat Anggaran Rp 111 Miliar

Di sisi lain, salah satu Anggota Kelompom Usaha Bersama (KUBE) Bima Dukuh Butuh, Suraji mengakui, diriinya bersama pengrajin wayang lainnya sudah menjalani profesi membuat kerajinan wayang kulit selama sembilan tahun terakhir. Meskipun berkembang, namun pencapaiannya sedikit dan masih jauh dari harapan.

“Maka setelah masuk dalam keluarga besar Astra ini, kami berharap semuanya akan berkembang lebih baik dan pesat. Selain dalam hal.pemasaran, kami juga berharap perkembangan terjadi pada pengembanhan produk,” tuturnya. Triawati PP