loading...
Loading...
Humas UNS

SOLO- Sebanyak 60 mahasiswa Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta yang mengikuti Program Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Nusa Tenggara Barat (NTB) ditarik lebih awal. Penarikan para mahasiswa tersebut dibagi menjadi dua tahap, tahap pertama sebanyak 41 mahasiswa yang diangkut dengan bantuan pesawat hercules dari TNI AU, Senin (6/8/2018) malam.

Kepala UP KKN UNS Surakarta, Rahayu menuturkan, penerbangan dengan pesawat hercules mengambil rute melewati Malang menuju Solo. Sedangkan untuk penarikan mahasiswa tersisa dilakukan Selasa (7/8/2018) yabg juga akan dijemput dengan pesawat hercules.

Baca Juga :  Gibran Maheswara, Siswa Kelas 2 SD Muhammadiyah 1 Ketelan Solo  Raih Juara Festival Dalang Cilik Nasional

“Setelah terjadingya gempa pada Minggu (5/8/2018), tim kami langsung berupaya memulangkan para mahasiswa yang tersebar di tiga lokasi di NTB. Alhamdulillah senua mahasiswa dalam keadaan selamat,” urainya, Senin (6/8/2018).

Sementara itu, Sekretaris Rektor Tundjung W Sutirto mengungkapkan, semula seluruh mahasiswa yang mengikuti KKN tersebut menyatakan untuk tetap berada di lokasi di tiga desa yakni Sembalun, Melaka dan Gumantar.

Baca Juga :  Gubernur Ganjar Bakal Lelang 11 Jabatan Tinggi di Pemprov Jateng. Tiga Jabatan Ada di Kota Solo, Simak Jadwal Pendaftarannya! 

“Mahasiswa ingin berkontribusi sebagai upaya tanggap darurat, namun Rektor Prof Dr Ravik Karsidi MS memutuskan untuk menarik pulang 60 mahasiswa tersebut lebih awal dari jadwal pemulangan mereka 23 Agustus mendatang. Tim Unit Pelaksana KKN UNS, tim dan Rektor langsung bertolak ke Lombok untuk mengevakuasi mahasiswa yang KKN di daerah bencana karena kebetulan mereka tepat berada di daerah terdampak. Seluruh mahasiswa diputuskan untuk dipulangkan melalui titik kumpul di Bandara Praya,” ujarnya.

Baca Juga :  Grand Opening, RS JIH Solo Miliki Layanan Unggulan, Antara Lain Mom and Kids Center dan Trauma Center

Tundjung menegaskan, pihak universitas telah berhasil melakukan komunikasi dengan mahasiswa yang berada di Desa Gumantar.

“Untuk itu kami harapkan keluarga dari mahasiswa tetap tenang karena tim sudah sampai di lokasi dan memastikan kondisi para mahasiswa tersebut,” tukasnya. Triawati PP

Loading...