loading...
Ilustrasi. Foto/Wardoyo

SOLO– Kasus  emergency tidak hanya di Rumah Sakit, tetapi juga bisa terjadi pada korban kecelakaan di jalan, dalam keluarga, kasus kebakaran, dan gempa yang harus segera mendapatkan Pertolongan Pertama Gawat Darurat (PPGD). Demikian disampaikan Ketua Program Studi D3 Keperawatan STIKES PKU Muhammadiyah Surakarta, Yuli Widyastuti, di sela-sela pelaksanaan Pelatihan Basic Trauma Cardiac Life Support BTCLS yang berlangsung di kampus setempat.

Indonesia masuk 10 besar Negara dengan angka kecelakaan lalu lintas dan angka kematian tertinggi di dunia, di sisi lain penanganan pra dan pasca kecelakaan bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi juga masyarakat.

“Mahasiswa sebagai bagian dari masyarakat harus memiliki kompetensi emergency, karena selama ini, kompetensi mahasiswa lebih pada kompetensi secara umum seperti keperawatan medical bedah, kebutuhan dasar manusia, maternitas, keperawatan jiwa dan keperawatan umum lainnya, yang diperoleh selama 4 semester” urai Yuli.

Baca Juga :  New Normal Hotel Solo, Okupansi Butuh Efek Donimo, Percuma Jika Kegiatan Bisnis masih Dibatasi dan Bandara Masih Tutup

Untuk itu, lanjut Yuli, mahasiswa sebelum lulus diberikan kompetensi tambahan, khususnya bidang emergency, sehingga sebagai lulusan Diploma 3 keperawatan benar-benar memiliki kompetensi, karena kasus-kasus emergency tidak hanya terjadi di Rumah sakit.

“Kasus-kasus emergency tidak hanya di Rumah sakit, barangkali di jalan menemui kasus-kasus kegawatdaruratan langsung bisa menangani, di masyarakat umum, di keluarga, di jalan ada kecelakaan, ada kebakaran, gempa, pokoknya kasus-kasus emergency mereka siap menolong,” urainya.

Sementara itu, pelatihan berlangsung selama 4 hari (Kamis-Minggu 2-5/8/2018)  diikuti 90 mahasiswa semester akhir D3 keperawatan, menghadirkan Narasumber  dari Jakarta Medical Service and Training 119. Pada kesempatan yang sama 50 peserta terdiri dari 34 Mahasiswa D3 Kebidanan  dan 16 tenaga kesehatan dari berbagai daerah seperti Boyolali, Yogjakarta, dan Lampung di kampus setempat juga mengikuti pelatihan Mom’s and Baby Spa.

Baca Juga :  Catat! Mulai Senin Pemkot Solo Akan Gelar Razia Anak-anak yang Nongkrong di Mal

Menurut Ketua Prodi D3 Kebidanan STIKES PKU Muhammadiyah Surakarta, Nur Hidayah, melalui pelatihan tersebut diharapkan setelah lulus, mereka memiliki pemahaman dan pengetahuan tentang pijat bayi, dan berwirausaha di bidang kesehatan dengan membuka Mom’s and baby Spa, yang lebih menjanjikan selain praktek kebidanan. Triawati PP