loading...

Ilustrasi/Tribunnews

BANTUL – Di era digital semacam ini, semua lini termasuk unsur pemerintahan jika tidak menyesuaikan diri, bisa sipastikan bakal ketinggalan. Kabupaten Bantul, Provinsi DIY pun merasakan gejala serupa itu.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bantul masih kekurangan Sumber Daya Manusia (SDM) bidang Teknologi Informasi (TI).

Karena itu, upaya untuk mengatasi masalah ini tengah dilakukan, seperti merekrut tenaga IT berstatus kontrak sampai melatih tenaga IT yang sudah ada melalui program diklat.

Kepala Dinas Kominfo Bantul, Nugroho Eko Setyanto menjelaskan, dewasa ini penerapan kemajuan bidang teknologi IT di semua elemen Pemkab Bantul makin meningkat.

Misalnya tuntutan pengembangan aplikasi maupun sistem informasi pendukung di masing-masing Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

“Pengembangan teknologi IT secara otomatis menuntut semakin banyaknya tenaga ahli di bidangnya. Kami dari Pemkab Bantul sendiri masih minim SDM bidang IT. Sementara ini kita belum bisa menambah tenaga tambahan dari Pegawai Negeri Sipil (PNS),” kata Nugroho, Sabtu (25/8/2018).

Mengingat pentingnya SDM bidang IT yang nantinya menjadi satu di antara elemen penting program Bantul Smart City, Pemkab Bantul berinisiatif tetap menambah ahli IT melalui sistem kontrak.

Loading...

Sembari melakukan koordinasi dengan Pemerintah Pusat terkait potensi menambah PNS spesialis IT ke depan.

“Sembari menunggu hasil koordinasi dengan pemerintah pusat, kita juga melatih tenaga yang selama ini ditugaskan mengurusi IT di masing-masing lembaga maupun kedinasan melalui diklat dari Badan Kepegawaian guna meningkatkan kualitas SDM bidang IT yang sudah kita miliki,” kata Nugroho.. #Tribunnews

Loading...