JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Kalangan Aktivis Sragen Yakini Mafia Seleksi Perdes Terorganisir. Sebut Kejahatan Kemanusiaan, Desak Aparat Usut Tuntas Aktor Intelektual! 

Ilustrasi jualbeli jabatan calo CPNS
Ilustrasi jualbeli jabatan

SRAGEN-  Kisruh seleksi perangkat desa (Perdes) yang terindikasi diwarnai kecurangan, praktik suap dan permainan memantik keprihatinan dari kalangan aktivis. Tak hanya meyakini kecurangan sudah tersistem dan terorganisir, mereka juga mendesak aparat penegak hukum bisa membongkar jaringan mafia yang bermain di dalamnya.

Salah satu aktivis dan tokoh masyarakat Masaran, Suyadi Kurniawan menyesalkan indikasi praktik kecurangan yang membuat hasil seleksi berujung demo di beberapa wilayah.

Di Masaran sendiri, ia mengaku banyak mendapat aduan soal indikasi kejanggalan dan kecurangan. Seperti di Sepat, ada calon berijazah SMA juga terpilih dengan nilai jauh lebih tinggi dan mencurigakan. Belum lagi di Dawungan yang bekerjasama dengan LPPM UMS, beberapa peserta terpilih juga mendapat nilai ujian tertulis mencurigakan di atas 90.

Baca Juga :  Bom Bunuh Diri Guncang Bandung Dekat Polsek Astana Anyar. Beredar Foto Terduga Pelaku Tewas

“Saya melihat mafia seleksi Perdes ini sebagai sebuah kejahatan kemanusiaan dan pendidikan. Karena dengan indikasi permainan tertentu, peserta yang berkompeten dan kuliah mati-matian, akhirnya tumbang oleh peserta lulusan SMA dan lulusan kejar Paket C. Makanya kami mendesak,  polisi dan Saber Pungli bisa membongkar mafia ini sampai tuntas, sampai aktor intelektualnya. Karena saya yakin, meskipun oknum Kades diduga terlibat, meski mereka nggak mungkin berani main sendiri. Pasti ada koordinator di atasnya dan ada otaknya juga. Ini yang harus dibongkar, aparat jangan hanya diam saja, “paparnya kepada wartawan Sabtu (11/8/2018).

Suyadi memandang praktik kecurangan dan permainan mafia itu harus diusut lantaran juga termasuk kejahatan kemanusiaan. Sebab akibat indikasi kepentingan tertentu dan permainan itu, akhirnya membuat calon yang berkompeten dan pintar kehilangan hak untuk jadi, hanya karena tak punya koneksi dan uang.

Baca Juga :  Parah, Bangunannya Mewah Bertingkat, Kios Pengusaha Tajir di Sragen Ini Ternyata 7 Tahun Nunggak

“Saya juga melihat ini terorganisir. Apalagi belakangan muncul pengakuan relawan-relawan pendukung penguasa yang membawa anaknya, cucunya. Itu kan makin mencoreng program pemerintahan Mbak Yuni yang selalu mendengungkan akan menciptakan pemerintahan yang bersih dan berwibawa, ” tukasnya.

Ia juga menantang aparat untuk berani menguak jaringan mafia yang bermain di seleksi Perdes. Menurutnya hal itu bukanlah pekerjaan sulit ketika gejala dan indikasi sudah terbongkar di desa yang bekerjasama dengan LPPM UMS.

Lantas ada pengakuan dari LPPM UMS yang menengarai indikasi nilai terkondisikan itu dimungkinkan karena ada oknum di dalam LPPM.

Bongkar Jaringan Mafia 

Halaman selanjutnya »

Halaman :  1 2 Tampilkan semua
  • Pantau berita terbaru dari GOOGLE NEWS
  • Kontak Informasi Joglosemarnews.com:
  • Redaksi :redaksi@joglosemarnews.com
  • Kontak : joglosemarnews.com@gmail.com