loading...
Loading...
Para peserta audiensi keleleran menunggu kepastian di LPPM AUB. Foto/istimewa

 

SRAGEN- Peserta seleksi perangkat desa (Perdes) di berbagai desa yang bekerjasama dengan Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) AUB, siap menggelar aksi demo besar-besaran. Aksi itu dijadwalkan digelar awal pekan depan.

“Kami sudah sepakat nanti semua peserta yang kemarin ikut seleksi dengan LPPM AUB akan demo besar-besaran di depan Pemda,” papar koordinator aksi yang juga peserta yang gagal, Yudi Ananda, seusai audiensi di LPPM AUB, Jumat (10/8/2018).

Yudi mengungkapkan demo dijadwalkan digelar Senin (13/8/2018). Aksi itu terpaksa digelar untuk menyuarakan desakan ujian ulang lantaran peserta banyak mengendus indikasi kejanggalan dan ketidakberesan saat pelaksanaan seleksi Perdes di 126 desa 17 kecamatan yang bekerjasama dengan LPPM AUB.

Baca Juga :  Fakta Baru Tabrak Lari Tewaskan Polisi Sragen, Bripka Kurniawan. Tersangka Sempat Buang Jaketnya ke Sungai, Ini Tujuannya! 

Aksi demo juga digelar sebagai bentuk kekecewaan atas sikap pihak LPPM AUB yang menolak permintaan peserta untuk memberikan print out hasil jawaban peserta dan menolak ujian ulang.

“Tuntutan kami dilakukan tes ulang biar fair. Kalau LPPM UMS mau memberikan print out dan ujian ulang, kenapa AUB nggak mau. Ini ada apa, ” tukasnya.

Senada, Untung, salah satu tokoh asal Plupuh juga siap untuk menggelar aksi demo. Sebab ia juga merasakan banyak kejanggalan dan ketidakberesan pada saat ujian seleksi Perdes via AUB.

Baca Juga :  2 Koruptor Alsintan Jilid 1 Sragen Divonis Satu Tahun Penjara Plus Denda Rp 50 Juta. Jaksa dan 2 Terdakwa Sama-sama Terima 

Peserta lain, Mono, juga menyatakan kecewa dengan penolakan LPPM AUB untuk menggelar tes ulang dan memberikan print out nilai dan jawaban untuk dicocokkan. Karenanya, ia dan rekan-rekan peserta yang gagal juga siap untuk demo di kabupaten.

“Tadi para peserta juga sudah siap untuk demo besar-besaran. Biar Bupati dan kabupaten juga bisa terbuka karena seleksi Perdes ini memang banyak kejanggalan. Tuntutan kami, dilakukan ujian ulang dan tidak lagi dengan LPPM yang sama. Kalau masih tetap LPPM yang sama, percuma saja nanti masih bisa dimainkan,” tandasnya. Wardoyo

 

 

 

 

Loading...