loading...
Bupati Karanganyar, Juliyatmono saat menjadi khotib Salat Idul Adha di Alun-alun Karanganyar, Rabu (22/8/2018). Foto/Wardoyo

KARANGANYAR- Salat Hari Raya Idul Adha di Karanganyar diwarnai kejutan.Bupati Karanganyar, Juliyatmono, tampil sebagai khotib dalam Salat Ied yang digelar di Alun-Alun Kabupaten Karanganyar, Rabu (22/8/2018).

Orang nomor satu di Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karanganyar itu memberi khotbah sedangkan Imam diambil oleh Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Karanganyar, Mustain Ahmad.

“Esensi kurban adalah solidaritas dan ketulusan mengharapkan rida Allah SWT. Saya harap ini bisa meningkatkan kesadaran bersama demi kepentingan orang lain,” kata Bupati dalam khotbahnya.

Loading...

Yuli menyampaikan masyarakat harus dapat mengambil pelajaran dari perayaan Iduladha. Tiga pelajaran tersebut adalah totalitas kepatuhan kepada Allah SWT, kemuliaan manusia, dan hakekat pengorbanan.

“Jangan anggap mahal sesuatu bila untuk mempertahankan nilai-nilai ketuhanan. Sedekah daging hewan kurban hanyalah simbol. Maknanya luas, yakni sedekah harta benda, posisi, amanah yang diberikan Tuhan. Manifestasi kesadaran sebagai makhluk sosial,” tutur dia.

Pada kesempatan itu, Yuli menyampaikan bahwa 558 orang jemaah calon haji (calhaj) dari Karanganyar dalam kondisi sehat dan sudah menyelesaikan wajib, rukun, dan sunah haji. Dia meminta seluruh warga Karanganyar mendoakan semoga seluruh jemaah calhaj pulang ke tanah air sehat dan menjadi haji mabrur.

Sementara itu, Wakil Bupati Karanganyar, Rohadi Widodo, melaksanakan Salat Iduladha di Masjid Sakinah di Kampung Manggeh, Kelurahan Tegalgede, Kecamatan Karanganyar.

Rohadi melanjutkan aktivitas menyembelih hewan kurban di Kantor DPD PKS sebanyak dua ekor dan Masjid Muttaqin di Kampung Badranasri, Kelurahan/Kecamatan Karanganyar. Wardoyo

Loading...