loading...
Loading...
Ilustrasi

DEPOK  –  Selain rajin menggalang koalisi dengan partai-partai lain guna menyongsong Piplres 2019, Prabowo Subianto kini semakin rajin berkeliling untuk menggalang dukungan khususnya dari luar partai.

Selasa (31/7/2018) kemarin, Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto mengunjungi rumah penggagas gerakan #2019GantiPresiden Neno Warisman.

Pemegang mandat calon presiden dari Gerindra ini meninggalkan rumah penyanyi era 1990an itu sekitar pukul 16.25 WIB. Pada kunjungan ini Prabowo dampingi oleh Wakil Ketua Umum Gerindra Fadli Zon.

Prabowo menyampaikan bahwa sudah mengenal Neno sebagai aktivis dan budayawan. Sebagai teman lama ikut prihatin terhadap insiden penolakan pas berkunjung ke Batam. “Saya prihatin beberapa saat yang lalu ada upaya untuk intimidasi kepada Mbak Neno” ujar Prabowo di Griya Tugu Asri Depok, Selasa 31 Juli 2018.

Baca Juga :  Fahri Hamzah Harus Akui, Keputusan Jokowi Menarik Prabowo Misterius, Ini Sebabnya    

Selain penolakan di Batamkata Prabowo bahwa mobil Neno juga pernah dirusak di depan rumahnya. Saat insiden di Batam itu tengah menjalankan hak sebagai warga negara. “Itu dijamin oleh Undang-Undang Dasar” papar Prabowo.

Menurut Prabowo sebagai negara demokrasi tidak boleh ada halangan bagi warga menyatakan pendapat. Malah tidak boleh keluar dari Bandara.

Baca Juga :  1.161.302 orang Telah Membuat Akun, 189.383 Orang Sudah Isi Formulir Lowongan CPNS 2019

“Kita ini negara bebas. Masa ada warga negara yang tidak boleh ke wilayah NKRI, ini kan tidak baik” ujar Prabowo lagi. Dia menjelaskan bahwa demokrasi itu harus sejuk. Beda pendapat biasa dalam perbedaan pendapat.

“Ada yang mau ganti presiden, ada yang mau pertahanin presiden ya monggo silakan, biar rakyat yang menentukan,” Prabowo melanjutkan

Menurutnya perganti pejabat itu sebagai hal biasa. Tidak usah dibikin heboh dan teganh.  “Kita mau ganti nahkoda kapal, kita mau ganti bupati kita mau ganti kepala sekolah itu, biasa” demikian Prabowo.

www.tempo.co

Loading...