loading...
Ilustrasi pencuri

SRAGEN- Nasib malang menimpa sopir tronton bermuatan penyedap rasa Sasa,  Bambang Sutrisno (48). Mobil truk tronton miliknya dijarah kawanan bandit atau bajing loncat di areal parkiran SPBU Jatisumo, Sambungmacan, Rabu (1/8/2018) dinihari.

Mobil tronton bernopol B 9063 UEW miliknya didodos para pelaku saat ditinggal tidur dan beristirahat di parkiran SPBU tersebut. Pelaku memanfaatkan kelengahan sopir asa Jambe Arus,Patebon,Kendal itu dengan mendodos tronton dari belakang dan menggasak 30 dus muatan penyedap rasa.

Aksi bajing loncat itu terungkap saat korban melapor ke Polsek setempat, Rabu (1/8/2018). Di hadapan petugas,  korban menceritakan kejadian bermula ketika korban hendak perjalanan dari Probolinggo mengirim muatan penyedap rasa menuju ke Pedaringan Solo.

Baca Juga :  Jelang New Normal, 3 Warga Positif Covid-19 Sragen Kembali Dinyatakan Sembuh dan Dipulangkan Hari Ini. Total Sudah 27 Pasien Sembuh

Sesampainya di SPBU Jatisumo sekira pukul 22.00 WIB,  korban berasa lelah dan beristirahat dengan memarkir tronton di areal parkir SPBU Jatisumo.

Korban kemudian ke kamar mandi dan sehabis dari kamar mandi lantas tidur di bagian depan tronton.

Keesokan harinya sekira pukul 06.00 WIB,  korban terbangun dan langsung menuju ke kamar mandi. Setelah dari kamar mandi, korban kaget mendapati papan triplek pengaman barang muatannya sudah tergeletak di belakang tronton.

Baca Juga :  Kreatif di Tengah Pandemi, Karang Taruna di Kedungwaduk Sragen Kompak Sulap Lapangan Voli dan Sejumlah Pekarangan Jadi Lahan Sayuran. Ditanami Berbagai Sayur, Hasilnya Dibagikan untuk Warga

Korban makin kaget saat melihat pintu bak tronton dan dua gembok sudah rusak. Saat diperiksa ke dalam, ada 30 dus muatan penyedap rasa yang amblas dari tumpukan.

Total ada 30 dua penyedap rasa yang hilang. Dengan harga satu dus 600.000, korban mengalami kerugian sebesar Rp 18 juta. Kapolres Sragen, AKBP Arif Budiman membenarkan adanya laporan pencurian dengan pemberatan yang menimpa tronton tersebut.

“Saat ini masih dalam penyelidikan, ” paparnya. Wardoyo