loading...
Loading...
Ilustrasi evakuasi kecelakaan truk

SOLO- Sebanyak 90 mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKES) PKU Muhammadiyah Solo melakukan simulasi penanganan kecelakaan lalu lintas di Kampung Jetis Kadipiro Surakarta. Simulasi tersebut dikemas dalam tajuk Pelatihan penanganan penderitaan gawat darurat (PPGD) atau basic trauma cardiac life support dan mengevakuasi ke rumah sakit terdekat.

Menurut Humas STIKES PKU Muhammadiyah Solo, Teguh Wahyudi, saat ini banyak sekali kejadian di sekitar kita berupa kecelakaan yang sifatnya massal dan menimbulkan banyak korban, baik meninggal maupun luka yang mengakibatkan cacat seumur hidup.

“Oleh karena itu, STIKES PKU Muhammadiyah Solo membekali mahasiswa dengan kegiatan simulasi agar di masa yang akan datang, baik mahasiswa maupun alumni STIKES PKU Muhammadiyah Solo menjadi garda terdepan dan siap melaksanakan pertolongan pertama jika terjadi sewaktu waktu di sekitarnya atau bahkan nanti akan sangat berguna ketika bekerja di rumah sakit maupun klinik. Simulasi ini terlaksana bekerja sama dengan berbagai institusi diantaranya, Instruktur dari Tim 119 Jakarta, Lakalantas, LazizMU, FKPM Kadipiro dan stake holder yang terkait,” ujarnya, Jumat (10/8/2018).

Baca Juga :  Ini Jadwal Lengkap SNMPTN, SBMPTN dan UTBK yang Telah Resmi Dirilis

Sementara itu, simulasi diawali terjadi kecelakaan beruntun yang melibatkan  mobil panther dan mobil APV serta empat sepeda motor. Sehingga mengakibatkan 20 korban, masing-masing 10 korban luka berat, Sembilan luka ringan dan satu meninggal dunia, di antara terdapat korban wanita hamil dan anak kecil.

Sesaat kemudian setelah mendapat laporan adanya kejadian kecelakaan, petugas kesehatan peserta simulasi langsung menuju ke tempat kejadian perkara. Melihat korban bergelimpangan, petugas langsung dengan sigap menangani secara darurat dan membawanya ke rumah sakit terdekat.

Baca Juga :  Pemilihan Ketua Umum Kagama Periode 2019-2024, Ganjar Pranowo Kembali Terpilih

Ketua Pelaksana Kegiatan, Yuli Widyastuti mengatakan bahwa simulasi tersebut dilaksanakan setelah para peserta sudah mengikuti pelatihan selama 3 hari sebelumnya dengan materi diantaranya pengelolaan kasus Trauma Capitis, trauma thorax, trauma abdomen, penanganan luka dan pendarahan,  strain, sprain dan fraktur serta luka bakar.

“Di hari ketiga para peserta juga mendapatkan materi Praktek Triage Bencana CPR/Resustasi Jantung Paru, EKG, Air way Management dan intubasi Pemakaian alat-alat Emergency dan EvakuasiBalut Bidai/ Fiksasi pada Trauma Pra Rumah sakit, Initial Asessment,” pungkasnya. Triawati PP

Loading...