loading...

Tol Solo-Kertosono (Soker). Foto/Wardoyo

KARANGANYAR- Warga Kebak, Kebakkramat, Karanganyar mengeluhkan dampak buruk jalan tol Solo-Kertosono yang melintasi wilayah Kebak. Sejak kehadiran jalan tol Soker, saluran air sawah menjadi rusak, jalan untuk mengangkut hasil panen dan pemberian pupuk menjadi terganggu.

Keluhan itu disampaikan ketika warga menggeruduk kantor bupati untuk menyuarakan aspirasi mereka.

“Kami berharap pemkab segera menindaklanjuti dan menyelesaikan permasalahan warga Desa Kebak, Kebakkramat,” papar perwakilan warga Kebak, Kebakkramat, Sukarno Selasa (28/8/2018).

Terkait dampak pembangunan jalan tol, Bupati Karanganyar Juliyatmono mengaku bakal mengecek lokasi. Cek itu akan dilakukan hari Rabu (29/9/2018) di pukul 15.30 WIB.

Pengecekan itu dilakukan agar Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karanganyar bisa segera menyelesaikan keluhan warga.

Sementara aduan warga terkait dampak tol adalah saluran air yang rusak, untuk mengangkut pupuk dan hasil panen kesulitan karena tidak ada jalan yang cukup.

Loading...

“Besok pagi tugas, mana yang harus diselesaikan jalan tol dan mana yang menjadi tugas kabupaten. Kalau disini ‘grambyang’ kabeh agar semua menjadi jelas dan dituntaskan segera,” papar Bupati Karanganyar, Juliyatmono saat audiensi dengan warga Desa Kebak, Kecamatan Kebakkramat di ruang Podang Setda (28/8/2018).

Dia menambahkan tol memang sudah dipergunakan namun masih ada lahan yang belum dibebaskan. Tentu hal ini akan dilakukan terus oleh pihak pembangunan jalan tol.

Intinya kewajiban pemerintah bagian mana saja akan dilakukan pemkab. Rencananya nanti bakal ditalud dan dirapikan supaya jalan air lancar. Petani juga dapat memanen 3 kali dalam setahun.

“Kalau memang saluran air di dalam tol maka akan dicarikan solusi di luar supaya petugas air tidak ‘wira-wiri’ di atas jalan tol. Pemkab akan terus membantu penyelesaian dampak pembangunan jalan tol,” imbuhnya. Wardoyo

 

Loading...