loading...
Loading...
Kapolres Sragen, AKBP Arif Budiman saat memimpin pers release di Mapolres. Foto/JSnews

SRAGEN- Polres Sragen menetapkan sindikat percaloan CPNS Sragen yang digawangi empat tersangka, bakal dijerat pasal dengan ancaman hukuman maksimal enam tahun penjara. Hasil penyidikan juga mendapatkan banyak barang bukti dari modus yang dijalankan oleh sindikat yang digawangi pensiunan, 2 PNS dan pengusaha asal Sragen tersebut.

Empat tersangka yang ditahan itu terdiri dari 2 orang PNS di Puskesmas Masaran, seorang pensiunan PNS, dan pengusaha spesialis makelar.

Baca Juga :  Kunjungi Sragen, Menteri Perindustrian Terpesona Roti Dimsa Buatan Santri Ponpes Darul Ihsan. Dorong Lulusan Ponpes Jadi Wirausahawan Tangguh!

Kapolres Sragen, AKBP Arif Budiman mengungkapkan empat sindikat yang dibekuk itu terdiri dari Mustofa (61), pensiunan PNS asal Karanganom RT  07, Taraman, Sidoharjo Sragen, HBS (52) PNS di Puskesmas yang berdomisili di Nglarangan,RT 65/01, Kebakkramat, Karanganyar, kemudian HK (44) PNS Puskesmas asal Dukuh Sidomulyo, RT 03/07, Krikilan, Masaran dan Suyadi (51) pengusaha spesialis makelar asal Dukuh Ngamban, RT 5, Gawan, Tanon.

Baca Juga :  Insiden Drone Mendadak Terjatuh Saat Kampanye Perdana Sandiaga di Sragen

“Mereka kami jerat dengan pasal 372 jo 378 dengan ancaman hukuman maksimal 6 tahun penjara,” papar Kapolres Rabu (29/8/2018).

Dari pemeriksaan, aksi percaloan itu dilaporkan oleh dua orang korban asal Sragen yang sama-sama berstatus PNS. Keduanya adalah SYT, PNS di Ngrampal dan SUM, PNS Dishut asal Ngrampal.

Keduanya hendak menjadikan anak mereka YUY dan BEN menjadi CPNS 2014, dengan total sudah membayar masing-masing Rp 135 juta kepada sindikat tersebut. Wardoyo

Baca Juga :  Geger Hoax Bu Lis Palsu, Tim BPN Prabowo-Sandi Lontarkan Sindiran Menohok. Sriyanto: Kampanye Perangi Hoax, Tapi Malah Produksi Hoax! 

Loading...