JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Wonogiri

Mulusnya..Jalan Gunung Pegat Kini Tak Lagi Bergelombang, Arus Lancar Layaknya Lewat Jalan Tol

Pengendara melintas di jalanan mulus Gunung Pegat

Gunung pegat mulus
Pengendara melintas di jalanan mulus Gunung Pegat

WONOGIRI-Jangan kaget saat melintas di Jalan Raya Ngadirojo-Baturetno wilayah Gunung Pegat. Kini sebagian besar tak lagi ada jalan rusak bergelombang di daerah legendaris yang masuk wilayah Kecamatan Nguntoronadi tersebut.

Hal ini menyusul telah selesainya proyek perbaikan jalan di Gunung Pegat. Kondisi jalan yang awalnya rusak, aspal mengelupas, berlubang dan bergelombang kini berubah 180 derajat. Sebagian besar sudah mulus, posisi jalan lebih tinggi dan tak ada lagi gelombang.

Jalan rusak itu sudah diperbaiki. Jalan dikeruk dan dicoret beton tebal. Bukan hanya itu, di atas beton masih diberi lapisan aspal tak kalah tebal.

Baca Juga :  Polres Wonogiri Raih WBK Anggotanya Langsung Pakai Pin, Kapolres Perintahkan Langkah Berikut untuk Menuju WBBM

“Sekarang lewat gunung pegat, hati bahagia, Mas. Karena jalannya halus mulus,” ujar salah satu pengguna jalan, Isnawati, Senin (13/8/2018).

Lantaran mulus itu, arus kendaraan juga menjadi lancar dan bisa dipacu agak kencang. Tidak lagi berjalan melambat seperti sebelumnya.

“Ibarat kata seperti lewat jalan tol,” sebut dia.

Pengendara motor yang kerap melewati Gunung Pegat, Widya mengaku sangat terbantu kelancaran berkendara dengan adanya perbaikan. Kendari belum semua jalan di Gunung Pegat diperbaiki.

Baca Juga :  Terungkap Dukun C4bul Sesama Jenis Asal Tanjungsari Kecamatan Jatisrono Wonogiri Ternyata Pernah Menjadi Korban Penc4bulan 6 Pria Saat Masih Remaja, Sempat Diberi Imbalan Sejumlah Uang Sebagian Besar Pelaku Telah Meninggal

Masih ada, kata dia, beberapa ratus meter jalan yang belum dicor dan diaspal tebal. Hanya saja, ratusan meter itu tidak begitu rusak parah, cuma aspal mengelupas kecil dan sedikit bergelombang.

Penelusuran JOGLOSEMARNEWS.COM , perbaikan jalan dilanjutkan di sebelah barat Gunung Pegat. Tepatnya antara simpang empat Planjen hingga tanjakan Petir. Aris Arianto