loading...
Ferry Juliantono. Foto/Wardoyo

SRAGEN-  Partai Gerindra mengaku tak akan menempuh jalur hukum atas tudingan Wasekjen Partai Demokrat,  Andi Arif yang menyebut Prabowo sebagai jenderal kardus dan mahar menjelang penentuan Capres-Cawapres. Wakil Ketua Umum DPP Gerindra, Ferry Juliantono menegaskan sejak awal partainya memang tidak mau menanggapi masalah seperti itu.

“Bahkan kita diminta tidak emosion. Karena saat ini yag harus dibangun itu adalah ketenangan dan kejernihan berfikir supaya pendaftaran Capres-Cawapres bisa selesai,” paparnya saat memberikan pembekalan dan pendidikan politik kepada kader struktural Gerindra Sragen, Minggu (12/8/2018).

Baca Juga :  Update Corona Sragen 19 Mei, ODP Tambah 3, PDP Tambah 1, 31 Warga Positif dan 12 Meninggal Dunia. Sebanyak 46 Dirawat dan 35 Pasien Sembuh

“Sekarang kita bangun kekuatan bersama Demokrat juga untuk memenangkan Pilpres, ” terangnya.

Ferry menyebut masih banyak urusan lain yang lebih penting ketimbang disibukkan dengan menanggapi isu tak penting itu. Soal langkah PAN yang akan melaporkan Andi ke hukum, Gerindra juga tak akan menghalangi.

“Kalau PAN mau melapor,  ya mangga. Sepanjang yang disampaikan sifatnya hanya wacana yang tidak didukung data dan fakta, menurut kami memang nggak usah ditanggapi. Nanti malah dimanfaatkan kubu lawan,” tukasnya.

Dalam kesempatan itu, Ferry juga kembali mengklarifikasi bahwa apa yang disampaikan Andi Arif soal mahar pencapresan itu tidak benar.  Wardoyo

Baca Juga :  12 Kecamatan di Sragen Masuk Zona Merah Covid-19. Usai Lebaran Pemkah Bakal Gelar Rapid Test di 20 Kecamatan