loading...
Loading...
Salah satu warung makan di pantai Depok yang sepi pengunjung/Tribunnews

BANTUL – Dampak gelombang tinggi yang menghantam kawasan pantai selatan beberapa hari lalu, ternyata masih terasa hingga sekarang.

Kawasan pantai tersebut kini masih sepi pengunjung. Dimungkinkan, para wisatawan masih khawatir kalau-kalau ombak tinggi kbali menerjang.

Akibatnya, para pengelola warung makan di Pantai Depok, Kretek, Bantul mengeluhkan penurunan jumlah pengunjung.

Warti, warga Depok yang sehari-hari membuka usaha warung makan seafood ‘Mina Boga’ mengatakan, penurunan terjadi sejak adanya gelombang tinggi yang menghantam sejumlah pantai di Bantul termasuk Pantai Depok akhir Juli lalu.
Sempat normal beberapa saat, namun kembali lesu sampai sekarang.

“Banyak yang bilang kalau pembeli masih khawatir kalau terjadi gelombang tinggi lagi,” kata Warti di warungnya di Pantai Depok, Senin (20/8/2018).

Menurut Warti, saat kondisi normal ia biasa melayani antara 15 sampai 20 kloter masakan seafood tiap harinya.

Sementara pasca gelombang tinggi kemarin, paling banyak Warti hanya bisa menjual 4 kloter masakan per hari.

Itupun, pembeli adalah pelanggan yang sudah sering datang ke warung makannya.
Sedangkan pengunjung lokal maupun luar daerah yang biasanya ramai, tidak nampak di Pantai Depok beberapa waktu terakhir.

Baca Juga :  Ledakan di Rumah Peninggalan Mertua Bupati Bantul, Ini Kronologi dan Cerita Lengkapnya

“Libur akhir pekan saat 17 Agustus kemarin sampai hari Sabtu – Minggu juga tidak seramai biasanya. Kalau seperti ini terus, pemasukan kami berkurang,” kata Warti.

Warti sendiri sedikit tidak habis pikir mengapa gelombang tinggi kemarin masih berimbas pada penurunan jumlah pengunjung pantai sampai sekarang.

Padahal meski gelombang juga terkadang naik, situasi Pantai Depok sebenarnya sudah aman.
Artinya, air tidak sampai naik ke bibir pantai lagi.

Bahkan meski nelayan di Depok sedang jarang melaut karena cuaca buruk dan jumlah ikan di laut sedang minim, para penjual makanan di Pantai Depok tetap menjamin ketersediaan ikan dan bahan makanan lainnya.

“Kita biasa ambil ikan dari Cilacap dan Semarang. Jadi stok aman,” kata Warti.

Sementara itu Tarmanto, Ketua TPI Mina Bahari 45 Depok mengamini, pengunjung di Pantai Depok belakangan mengalami fluktuasi akibat gelombang tinggi.

Baca Juga :  PN Yogyakarta Tutup Lapak PKL di Kawasan Gondomanan Yogyakarta, Pedagang Hanya Bisa Pasrah dan Ingin Bertemu Sri Sultan HB X

Meski demikian, dirinya mengaku tak terlalu resah karena ketersediaan ikan di laut selatan memang sedang tidak menentu saat ini.

“Tangkapan ikan akhir-akhir ini sedang minim. Efek cuaca sedang tidak bagus. Kadang ada ikan kadang tidak. Kadang bisa melaut kadang tidak. Hari ini tidak ada yang melaut karena ombak tinggi. Tapi nelayan tetap ada pemasukan dari pekerjaan lain, seperti bertani dan menambang pasir,” katanya.

Tarmanto juga melihat, gelombang tinggi yang sempat menghantam sejumlah kawasan pesisir Pantai Selatan kemarin sebagai siklus alam yang wajar.

Ia meyakini, kondisi tersebut tidak akan sampai berdampak serius terhadap para wisatawan yang berkunjung dan menikmati masakan di Pantai Depok.

Asalkan, para wisatawan mematuhi peraturan yang ada misalnya tidak berenang di laut.

“Saya kok yakin kalau makan di sepanjang warung makan di Pantai Depok itu aman ya. Tidak perlu takut akan terkena ombak asalkan tidak berenang di laut karena memang sudah ada larangannya,” kata Tarmanto. #Tribunnews

Loading...