loading...
Kadinas Pariwisata Karanganyar, Titis Sri Jawoto saat meninjau batik Jumantono. Foto/Humas Kab

KARANGANYAR- Pengrajin batik di Desa Sedayu, Kecamatan Jumantono diminta untuk bergabung di terminal wisata Mbangun Makuthoromo. Sebab dengan berada ditempat tersebut batiknya akan lebih mudah dikenal dan dipasarkan ke khalayak yang lebih luas.

“Pemkab akan terus memfasilitasi berbagai kegiatan masyarakat termasuk batik. Karena binaanya cukup banyak maka pelaku usahanya yang harus aktif,” papar kepala Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Karanganyar, Titis Sri Jawoto saat memberikan sambutan pameran dan wokshop batik alami di Dusun Mindi, Desa Sedayu, Kecamatan Jumantono Minggu (19/8/2018).

Baca Juga :  Rapid Test Covid-19, Karyawan Toko Amigo Karanganyar Mengaku Deg-degan. Manajer Perketat Protokol Kesehatan, Karyawan Yang Sakit Diliburkan Dulu!

Titis mengaku kaget dan tak mengira jika di Jumantono berdiri para pengrajin batik.

Menurutnya Pemkab dalam waktu dekat akan menyulap bekas kantor kawedanan di Karangpandan menjadi komunitas ekonomi kreatif. Tempat itu bisa menjadi sarana diskusi dan pemasaran produk dari pelaku ekonomi kreatif.

“Saya baru tahu kalau di Jumantono ada batik. Saya lihat batiknya bagus bagus,” katanya.

Baca Juga :  Kabar Baik, Mulai Pekan Depan Obyek Wisata di Karanganyar Kembali Dibuka. Tapi Tidak Untuk Satu Jenis Wisata Ini!

Lebih jauh, Titis mengatakan batik ini kelas menengah ke atas. Hal ini sejalan dengan program pemerintah dalam membidik wisata lanzia. Para lanzia ini mempunyai uang yang banyak, waktu yang panjang untuk wisata dan perlu pendamping.

Pihaknya sudah mempelajari fasilitas yang perlu ada dalam wisata lanzia. Misalnya toilet duduk, anak tangga yang tidak lebih dari 15 cm.

“Para lanzia ini juga suka batik. Sangat tepat kiranya batik terus dikembangkan,” tandasnya. Wardoyo